Prosedur dan Besaran Denda Tilang

Tilang pasti hampir semua pembaca disini pernah terkena, tapi taukah apa itu tilang ? Bukti pelanggaran disingkat tilang adalah denda, yang besaranya dapat dilihat pada gambar diatas. Hal ini dikenakan Polisi kepada pengguna jalan yang melanggar peraturan.

Nah itulah deskripsi singkat tentang tilang dan denda yang ada. Untuk tilang itu sendiri diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang disahkan DPR pada 22 Juni 2009.

Prosedur dalam Penilangan 

Polisi yang memberhentikan pelanggar wajib menyapa dengan sopan serta menunjukan jati diri dengan jelas. Polisi harus menerangkan dengan jelas kepada pelanggar apa kesalahan yang terjadi. Menerangkan seperti pasal berapa yang telah dilanggar dan tabel berisi jumlah denda yang harus dibayar oleh pelanggar.

Pelanggar dapat memilih untuk menerima kesalahan dan memilih untuk menerima slip biru. Kemudian membayar denda di BRI atau slip merah menolak mengakui pelanggaran dan mengikuti sidang.

Walau biasanya slip merah atau biru sama saja, yakti kita datang ke kejaksaan untuk mengambil stnk atau barang lain yang disita saat penilangan. Sebetulnya memilih slip merah menurut saya lebih aman dan murah dari slip biru. Karena jika slip biru kita harus membayar denda maksimal, lalu jika diputuskan denda lebih kecil maka sisa uang denda dikembalikan yang menurut saya palah ribet.

Lalu ada yang mungkin bertanya bagaimana jika saya lupa membayar pajak kendaraan apakah terkena tilang ? Jawabanya adalah iya, karena pengesahan STNK sendiri dilakukan setiap tahun jadi bilah kurang pengesahan maka dianggap tidak sah dan tidak bisa menunjukan surat kendaraan.