Ikatan Hukum Dokter dan Pasien Bernama Perjanjian Terapeutik

Dokter dan pasien adalah sebuah hubungan yang sangat sering terjadi di era moderen ini. Didalam hubungan ini secara hukum juga telah diatur hak dan kewajiban masing-masing. Hubungan ini disebut sebagai Perjanjian Terapeutik yakni sebuah hubungan hukum antara petugas tenaga medis dengan pasien, dalam pelayanan kesehatan secara profesional didasarkan kompetensi yang sesuai dengan keahlian dan keterampilan tertentu di bidang kesehatan.

Maka segala tindakan medis tertentu dilakukan dengan kesepakatan antara dokter dan pasien yang mengakibatkan terjadi perjanjian terapeutik. Hal tentang hubungan ini diatur didalam pasal 52 undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran.

Undang -undang ini menjelaskan mengenai hak hak Pasien yaitu :
  1. Mendapatkan penjelasan yang lengkap tindakan medis dari dokter
  2. Meminta pendapat dokter lain
  3. Mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medis
  4. Menolak tindakan medis
  5. Mendapatkan isi rekam medis.
Alinea Pertama Mukadimah Kote Etik Kedokteran Indonesia yang dilampirkan dalam surat Keputusan Mentri Kesehatan Nomor 434/MENKES/SK/X/1983 tanggal 28 Oktober 1983 tentang berlakunya Kode Etik Kedokteran Indonesia, ditegaskan bahwa sejak permulaan sejarah yang tersurat mengenai umat manusia sudah dikenal hubungan kepercayaan antara dokter dan pasien tersebut.