Arti Arbitrase Dalam Hukum Perdata

Mungkin sebagian dari kita pernah Arbitrase Tetapi tidak tahu artinya.
Arbitrase banyak digunakan untuk menyelesaikan sengketa yang timbul, khususnya di bidang perdagangan di antara para pihak yang terikat dalam suatu perjanjian. Idenya, sengketa diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi).

Arbitrase adalah proses penyelesaian sengketa disepakati antara pihak yang bersengketa disampaikan kepada satu atau lebih arbiter yang mengeluarkan penghargaan. Untuk UU yang mengaturnya adalah Undang-Undang No.30/1999 tentang Arbitrase (UU Arbitrase).

Arbitrase didefinisikan sebagai yurisdiksi berarti dari penyelesaian sengketa karena kuasa yang diberikan kepada arbiter untuk memutuskan kasus dan mengeluarkan penghargaan. Berbeda dari mediasi dan negosiasi, pihak tidak memiliki mengatakan pada solusi ditemukan oleh pengadilan arbitrase, yang dikenakan pada mereka dengan cara yang final dan mengikat.

Izin untuk Arbitrase

Ciri utama dari arbitrase adalah sifat konsensual nya. Sebuah perselisihan dapat diselesaikan dengan arbiter hanya jika kedua belah pihak telah sepakat untuk ini. perjanjian para pihak biasanya mengambil bentuk klausul arbitrase dalam kontrak, sebelum terjadinya sengketa. Setelah sengketa telah muncul, para pihak dapat setuju untuk menyerahkan sengketa khusus untuk pengadilan Arbitrase.

Keuntungan Arbitrase

Keuntungan dari arbitrase adalah kemungkinan untuk memiliki proses penyelesaian sengketa disesuaikan dibuat yang menyesuaikan dengan kekhasan sengketa. Contohnya, para pihak dapat menyepakati orang arbiter atau setidaknya pada kriteria yang arbitrator harus memenuhi. Proses arbitrase mungkin lebih murah daripada litigasi mengingat tidak adanya daya tarik dalam kebanyakan kasus, yang membuat proses lebih pendek, dan berkat 1958 Konvensi tentang Pengakuan dan Penegakan Asing Putusan Arbitrase, putusan arbitrase yang dihasilkan dapat diberlakukan di 154 negara, tidak seperti keputusan pengadilan.

Kekurangan

Kekuarangan menyangkut klausul arbitrase adalah Kepastian. Karena apakah terhadap suatu perjanjian yang terdapat klausul arbitrase dapat diajukan gugatan secara terpisah lewat Pengadilan Negeri. Hal ini tentunya bertentangan dengan esensi arbitrase di mana para pihak telah sepakat untuk menyelesaikan sengketa di luar pengadilan. Pengadilan Negeri tidak bisa memerintahkan hakim di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) untuk menolak memeriksa perkara, materi klausul arbitrase jadi diserahkan keputusan kepada Hakim Pemeriksa.


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *