Utang Era Jokowi Tak Efektif dan Palah Membebani

Seperti yang diketahui bahwa hutang negara adalah salah satu topik utama di Negara ini. Indonesia adalah salah satu negara yang hingga kini APBN selalu dalam posisi Defisit. Karena itulah setiap tahun Indonesia harus melakukan hutang baik mengeluarkan SUN ataupun cara lainnya.

Membahas hutang negara, Maka mau tidak mau kita harus membahas juga Utang Era Jokowi yang meningkat pesat dan kini telah mencapai angka 4000an Triliun. Utang sebetulnya tidaklah masalah asal dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara efektif. Namun jika tidak ini tentu akan meninggalkan Beban untuk masa yang akan datang.

Saat awal pemerintahan Jokowi selalu menggenjot infrastruktur dan ini menggunakan dana utang, ini tidak salah namun sangat beresiko layaknya berjudi dengan masa depan. Jika infrastruktur yang dibangun tepat tentu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuat Indonesia makin hebat semakin berkembang. Sayang semua itu tampaknya palah meleset cukup jauh.

Mengingat peningkatan hutang era Jokowi yang Pesat yakni 2000an Triliun Rupiah kemudian melesat ke angka 4000an triliun Rupiah, maka seharusnya pertumbuhan ekonomi ikut melesat. Ibaratnya mesin mobil lama dapat diganti mesin baru dengan modal sebesar itu, maka kecepatan mobil seharusnya meningkat pula. Namun sayang pertumbuhan ekonomi era SBY dikisaran 5-6% nan pertahun tetap stagnan di angka 5% nan dan palah terlihat sedikit penurunan.

Tentu ini hal yang aneh pesatnya pertumbuhan utang tidak dibarengi pertumbuhan ekonomi, pasti ada yang salah. Mungkin pemerintah beralasan suramnya ekonomi global, Namun di tahun 2008 saat krisis global ekonomi juga tidak kalah suram dan Indonesia palah cukup mampu bersinar. Disisi lain infrastruktur yang telah dibangun dengan uang utang juga memerlukan perawatan yang tidak sedikit tiap tahunnya, makin banyak infrastruktur tentu makin banyak biaya Beban perawatan. Mungkin bukan salah Jokowi, tapi pasti ada yang salah di sistem ataupun tim ekonomi saat ini.

Jika terus seperti ini maka Era Jokowi yang tidak punya beban di masa lalu akan meninggalkan Beban untuk masa depan. Alangkah lebih baik jika pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh tim ekonomi. Memeriksa ada tidaknya kebocoran serta melakukan perbaikan sistem.


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *