Solusi Diteror Penagih Fintech Pinjaman Online

Halo nama saya Yustinus Axx Umur 2x (Kami samarkan) saya berasal dari kota Semarang, Saya melakukan pinjaman online xxxxxxx xxxxxx dan salah membaca terutama tentang bunga yakni ternyata mencapai 1% perhari. Saya pinjam karena ada kebutuhan mendesak dan tidak bisa pinjam ke Bank karena rumitnya proses. Saya melakukan pinjaman Online 5 juta rupiah setelah beberapa lama tanpa proses yang rumit ternyata pengajuan pinjaman saya diterima.

Namun selang beberapa lama ternyata saya mengalami kesulitan membayar. Tenggal waktu 27 hari berlalu dan saya gagal membayar hutang . Apalagi bunga yang menggunung membuat saya kesulitan. Saya diberikan perpanjangan dengan denda yang tambah tidak masuk akal. Maka saya menegosiasikan hutang agar bunga tidak sebesar itu yang saya bayar namun ditolak. Beberapa waktu belakangan karena gagal bayar saya diteror penagih dari pinjaman online, Mulai ancaman dilaporkan polisi, data disebar sampai orang terdekat saya ikut ditagih. Saya mau tanya dimata hukum bagaimana cara penyelesaiannya ? Dan juga apakah praktik Pinjaman Online yang sudah mirip Rentenir itu legal di Indonesia ?

Jawaban : Gagal bayar tentu adalah Wanprestasi (prestasi buruk), bahkan jika anda meminjam di bank anda akan terkena blacklist dari BI sebagai otoritas Bank di Indonesia. Dasar Hukum Findtech (Pinjaman Online) berbeda dengan Bank namun telah ada Yakni Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 . Jadi Jasa itu secara umum legal asal ada izin dari OJK.

Masalah bunga, pinjaman online tidak punya aturan baku seperti Bank karena itu konsumen harus lebih hati-hati. Bunga 1% perhari memang tidak masuk akal dan tidak akan di terapkan di Bank, Namun pinjaman online bisa saja terjadi. Mengenai hutang anda maka 5 juta beserta bunga adalah tanggungan anda sesuai tertuang dalam perjanjian. Disisi lain Ilegal atau legalnya Jasa Pinjaman Online anda juga harus dicek perizinan dari OJK bila ilegal tentu pihak tersebut bisa terkena sangsi.

Untuk penagihan hutang telah diatur oleh pemerintah, tentu penagihan dengan ancaman melanggar hukum dan tidak dibenarkan sehingga anda dapat menuntut secara pidana juga perdata (Ganti Rugi). Kembali ke masalah hutang anda yang gagal bayar. Solusi legalnya jika tidak ditemukan titik temu pembayaran utang adalah melalui putusan pengadilan, dimana besarannya akan ditentukan oleh putusan hakim yakni adalah melalui sidang Perdata. Dimana besaran putusan yang dibayar akan diambil dari harta anda yang ada. Untuk masalah ancaman pidana bagi peminjam gagal bayar adalah “tidak ada” sesuai UU HAM Pasal 19 yakni tidak seorangpun atas putusan pengadilan boleh dipidana penjara atau kurungan berdasarkan atas alasan ketidakmampuan untuk memenuhi suatu kewajiban dalam perjanjian utang piutang.

Demikian Jawaban dari kami Semoga Membantu !


Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *