Terduga Penghina TNI Kabur Ke Australia

Robertus Robet Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang sempat ditahan polisi atas tuduhan menghina Tentara Nasional Indonesia (TNI) melarikan diri bersama keluarganya ke ke Australia.

Robertus, yang juga anggota Dewan Amnesty International Indonesia tersebut, terbang ke Melbourne sehari setelah dia ditahan sebentar oleh polisi pada awal Maret.

Robertus, yang secara teratur berkolaborasi dengan para peneliti University of Melbourne, mengatakan dia datang ke Australia karena mengkhawatirkan keselamatan keluarganya setelah mendapat ancaman secara online.

“Siapa pun yang memenangkan pemilihan (presiden), demokrasi sudah mengalami kemunduran,” katanya.

Robertus diduga memelesetkan mars Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)—kini bernama TNI— saat aksi Kamisan di depan Istana. Robertus sempat ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan menghina penguasa atau badan umum RI.

Robertus dianggap melanggar hukum pidana dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang masing-masing hukumannya adalah 18 bulan dan enam tahun penjara.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) Indonesia secara luas mengecam penangkapan Robertus kala itu.

Direktur eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyebut kasus itu sebagai upaya terang-terangan dan menggelikan untuk mengintimidasi dan membungkam kritik damai.

Sementara itu, kelompok advokasi yang berpusat di Amerika Serikat (AS), Scholars at Risk, juga mengaku prihatin bahwa penangkapan Robertus saat itu. “Itu sebagai pembalasan atas aksi damai hak kebebasan berekspresi,” kata kelompok tersebut.

Presiden Indonesia Joko Widodo kerap dituduh kubu oposisi telah memobilisasi lembaga penegak hukum untuk menekan kritik.

Robertus khawatir Indonesia akan menjadi seperti Thailand dan Filipina di mana para aktivis HAM dianiaya oleh rezim. Namun, dia tetap optimistis dengan akhir dari kasusnya yang menyatakan bahwa masih ada kebebasan sipil dan Indonesia masih demokratis. 

Sebelumnya pada Kamis 7 Maret 2019 dini hari Robertus Robert diciduk polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, beredar video Robertus Robert secara terang-terangan mengubah lirik lagu Mars Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) atau TNI di depan khalayak umum saat berorasi di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Aksinya yang mempelesetkan lirik mars ABRI dengan kalimat yang mengandung ujaran kebencian.


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *