Tidak Semua Akun Palsu Bisa Dilacak, Begini Penjelasannya

Akhir-akhir ini banyak akun palsu bertebaran di dunia maya. Hal ini untuk berbagai tujuan, seperti hanya untuk menyuarakan suara hati sampai ke urusan profesional. Banyak orang yang mengganggap dengan akun palsu semua aman dan akhirnya palah berurusan dengan pihak yang berwenang.

Banyaknya orang yang ditangkap karena kasus akun palsu baik untuk ujaran kebencian, penipuan ataupun hal yang lain, menunjukan bahwa kebanyakan pelaku bukanlah orang profesional. Sebab tidak semua akun palsu bisa dilacak siapa pemiliknya. Untuk orang IT mengaburkan identitas paket data bukanlah hal yang sulit dilakukan.

Penjelasannya pelacakan jejak digital atau yang lebih dikenal dengan IT Forensik mempunyai banyak keterbatasan. IT forensik dalam pelacakan internet biasanya mengandalkan IP Addres sebagai gerbang permulaan. Banyak orang yang bilang bahwa pelacakan IP bisa dikelabuhi dengan proxy, itu tidak sepenuhnya benar.

IP proxy sendiri terbagi dari tingkat Transparant hingga ke Elite. Namun sekalipun menggunakan IP Elite potensi untuk dilacak tetaplah tinggi. Disini Pro dan Pemula dibedakan !

Bagi orang IT pro proxy tidaklah cukup karena IP asli akan tetap disalin di log server IP Proxy, pengamanan paket data tidaklah semudah itu. Apalagi bagi Hacker, pengamanan paket data secara profesional dilakukan dengan pemalsuan Identitas sebelum Proxy. Bisa dibilang seorang pro akan memakai identitas orang lain sebagai identitas paket data saat bekerja. Biasanya identitas tersebut adalah hasil curian.

Bahasa mudahnya seorang pro akan menggunakan kartu, ponsel dan komputer yang didaftarkan dengan identitas orang lain. Kenapa bukan kartu saja ? Karena disetiap ponsel maupun komputer ada identitas tersendiri yang bersifat unik “berbeda antara satu dengan lainnya” contoh salah satunya ialah IMEI. Sedangkan kegunaan Proxy hanyalah sebatas penunda pengungkapan IP asli saja.

Perlu diketahui oleh pembaca sekalian, seluruh identitas dan lalulintas data pengguna komunikasi baik telepon, sms, internet dan lainnya dicatat dalam data log operator seluler dan biasanya baru dihapus sekitar 1-2 tahun. Contoh Pelaku Bom Bali dapat dilacak, ditangkap dan terungkap karena ponsel dan nomor yang dia gunakan untuk aksi, digunakan pelaku untuk menelepon keluarga.

Nomor tersebut celah yang cukup untuk mengungkap pelaku kejadian. Polisi melacak nomor, IP kemudian IMEI. Di data IMEI terungkaplah nomor apa saja yang digunakan dan siapa saja yang dihubungi. Sama dengan didunia digital internet setelah IP terlacak IMEI juga akan ikut terlacak. Setelahnya dengan alat tertentu maka lokasi pelaku dan kolega dapat ditemukan.

Maka seorang pro tidak akan berlaku demikian, ia akan membedakan alat dan paket data pribadi dengan alat yang digunakan untuk bekerja. Maka sekalipun proxy dapat ditembus dan IP asli terdeteksi pelaku tetaplah aman.

Mudahnya bila kartu, ponsel dan komputer pelaku didaftarkan dengan identitas palsu dan tidak pernah digunakan untuk mengakses akun pribadi juga digunakan untuk menghubungi seseorang yang dia kenal maka sulit untuk dilacak. Hal tersebut menjadikan tidak semua akun palsu didunia maya dapat terlacak sekalipun oleh kepolisian.


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *