Tuntut Presiden Prancis Mundur Karena Kenaikan BBM Pendemo Ricuh

Pendemo rompi kuning Prancis bentrok dengan polisi anti huru hara di Kota Amiens saat menggelar aksi demonstrasi menuntut president Marcon Turun pada Sabtu (25/6) waktu setempat. Dilansir dari Reuters, kantor kepala kepolisian setempat mengatakan, pihak kepolisian menembakkan gas air mata kepada 1.200 anggota rompi kuning setelah mereka bertindak anarkist.

Menurut polisi, kelompok pendemo rompi kuning melemparkan batu ke aparat, menyerang beberapa kantor cabang bank, dan juga membakar tong sampah di sana. Polisi menangkap 27 orang atas kerusuhan itu.  Selain Amiens, ratusan pendemo juga bentrok dengan polisi di pusat Kota Paris dan di sekitar Place de la Republique.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan, aksi protes yang sudah dilaksanakan sebanyak 28 kali setiap akhir pekan, kini hanya menyisakan 12.500 demonstran saat aksi terakhir mereka. Puncak aksi kelompok tersebut adalah pada bulan November 2018, di mana terdapat 300 ribu  orang ambil bagian di seluruh negeri.

Protes kelompok yang mengenakan rompi kuning setiap aksinya itu dimulai dengan menentang kenaikan pajak bahan bakar “BBM” yang menimbulkan tingginya biaya hidup oleh Presiden Macron. Aksi yang berujung pada tuntutan mundur Presiden ini akhirmya menghambat rencana Macron dalam melakukan agenda reformasi di negara tersebut.

Meski Presiden Macron dengan cepat mengatasi keadaan tersebut dengan program-prorgam peningkatan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, namun gagal meredam kelompok rompi kuning. Aksi protes mereka terus berlangsung, setidaknya hingga pekan ini dan kemungkinan masih akan tetap berlanjut.


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *