Pernyataan Polri Tentang Dugaan 9 Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei Adalah Perusuh Perlu Dijelaskan

Pernyataan Polri yang menyatakan sejauh ini ada 9 korban tewas, dalam rusuh 21-22 Mei meninggal dunia tersebut merupakan perusuh perlu diperjelas. Hal ini berkaitan status para korban, dan dimana terdapat anak-anak didalamnya. Siapapun pelaku penembakan pun harus diungkap dijelaskan kepada publik, mengingat adanya dugaan pelanggaran HAM berat menyertai di dalam kasus ini.

“Jadi gini, rekan-rekan, Polri sudah bentuk tim investigasi yang diketuai oleh Irwasum Polri untuk menginvestigasi semua rangkaian peristiwa 21-22 Mei termasuk juga sembilan.. kita harus sampaikan bahwa 9 korban meninggal dunia kami duga perusuh. Penyerang. Diduga ya. Diduga perusuh,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal.

Pernyataan itu disampaikan Irjen Iqbal dalam konferensi pers di gedung Kemenkopolhukam, Selasa (11/6/2019) sore. Maka tentu sebagai pernyataan resmi dari Polri hal ini perlu dijelaskan, dan selanjutnya juga diungkap siapa pelaku penembakan untuk menghindari tudingan negatif pada polri dimasa mendatang.

Karena perlu diingatkan sekali lagi bahwa diantara korban tewas kerusuhan 22 mei adalah anak dibawah umur, pengungkapan secara keseluruhan dan transparant kasus ini diperlukan supaya trust pada polri tetap terjaga. Disisi lainnya diperlukan kordinasi Kepolisian dengan pihak lain, serta perlibatan Komnas HAM dan pihak terkait perlu untuk dilakukan untuk menjaga marwah transparansi penyelidikan.

Bahkan hal ini juga telah diatur dalam UU No. 26 Tahun 2000 yang menjelaskan Komnas HAM berwenang melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Para jurnalis pun hendaknya pula sejalan dan mengawal kasus ini, agar Tust pada hukum serta Demokrasi di negara kita Indonesia terjaga.


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *