Jokowi Setuju SP3 dan 5 Pimpinan KPK Baru

Hari ini Komisi III DPR RI telah memilih lima nama Pimpinan KPK baru. Kelima orang tersebut bakal bertugas memimpin KPK periode 2019-2023. Pimpinan KPK baru inilah yang akan memimpin KPK kedepan.

Siapakah kelimanya dan berapa kekayaan mereka menurut LHKPN, ini dia kelima pimpinan KPK baru tersebut :

Yang pertama, Firli Bahuri jenderal Polri yang terpilih menjadi Ketua KPK terakhir kali menyetor LHKPN pada 29 Maret 2019. Total harta kekayaannya sebesar Rp 18.226.424.386.

Kemudian, Alexander Marwata lahir di Klaten, Jawa Tengah, 26 Februari 1967. Alexander terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 27 Februari 2019. Berdasarkan LHKPN, Alexander memiliki total harta senilai Rp 4.968.145.287.

Lalu ada Lili Pintauli Siregar yang merupakan seorang advokat dan pernah menjadi Komisioner LPSK. Berdasarkan data LHKPN terbaru, kekayaan Lili tercatat sebesar Rp 781 juta.

Selanjutnya, Nurul Ghufron terakhir melaporkan LHKPN pada 23 April 2018. Total harta kekayaannya sebesar Rp 1.832.777.249.

Yang terakhir Nawawi Pomolango yang adalah seorang hakim. Nawawi terakhir melaporkan LHKPN pada 26 Maret 2019. Total harta kekayaannya sebesar Rp 1.893.800.000.

Disamping itu ada hal yang baru di KPK nantinya yakni, Presiden Joko Widodo menyetujui keberadaan kewenangan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Secara teknisnya, Jokowi mengusulkan SP3 itu diberikan maksimal setelah perkara berjalan dua tahun. Hal ini, kata dia, lebih lama daripada usulan DPR dalam revisi UU KPK yang hanya satu tahun.

Hal ini tentu dianggap cukup diperlukan dalam revisi draft UU KPK. Karena dalam peradilan moderen penegakan hukum harus menjamin prinsip-prinsip perlindungan HAM dan untuk kepastian hukum.