Mengidentifikasi Tanda Tangan Elektronik Palsu

Tandatangan elektronik dari hari – kehari semakin menjadi hal yang biasa, namun kadang ada saja pemalsuan yang terjadi. Kali ini kami ingin sedikit mengupas bagaimana cara mengidentifikasi tandatangan elektronik yang kemungkinan saja palsu.

Segala yang dapat dikategorikan sebagai tanda tangan baik itu berbentuk QR code, gambar/pindaian dari gambar tanda tangan, klik “Setuju”, dan berbagai bentuk tanda tangan lainnya tidak dapat dianggap sebagai tanda tangan elektronik tersertifikasi apabila tidak dibuat dengan menggunakan jasa penyelenggara sertifikasi elektronik dan dibuktikan dengan Sertifikat Elektronik. 

Hingga saat ini tidak ada suatu badan tertentu yang berwenang untuk memeriksa Tanda Tangan Elektronik. Namun khusus untuk memeriksakan keaslian Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi, salah satu cara dokumen yang telah  ditandatangani dapat dibuka dengan menggunakan perangkat lunak pembaca dokumen elektronik berformat Portable Document Format (PDF) yang akan menyajikan informasi terkait fungsi autentikasi Tanda Tangan Elektronik yaitu kebenaran identitas Penanda Tangan dan integritas dari dokumen yang telah  ditandatangani.

Hal ini merupakan metode pemeriksaan untuk metode penandatanganan kriptografi asimetris dengan memanfaatkan infrastruktur kunci publik, karena merupakan standar internasional yang diakui secara universal.

Pengujian berbeda dilakukan apabila penampikan terjadi terhadap dokumen yang ditanda tangan secara elektronik. Apabila terjadi penampikan terhadap Tanda Tangan Elektronik, maka untuk pembuktiannya adalah melalui pembuktian pemenuhan syarat formil pada Pasal 11 ayat (1) UU ITE tersebut.

Adapun ketentuan tersebut adalah untuk menjaga fungsi autentikasi sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Penampikan dapat dilakukan dengan menguji pemenuhan terhadap 6 syarat formil .

Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama memenuhi 6 (enam) persyaratan yaitu:

  1. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik terkait hanya kepada Penanda Tangan;
  2. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik pada saat proses penandatanganan elektronik hanya berada dalam kuasa Penanda Tangan;
  3. segala perubahan terhadap Tanda Tangan Elektronik yang terjadi setelah waktu penandatanganan dapat diketahui;
  4. segala perubahan terhadap Informasi Elektronik yang terkait dengan Tanda Tangan Elektronik tersebut setelah waktu penandatanganan dapat diketahui;
  5. terdapat cara tertentu yang dipakai untuk mengidentifikasi siapa Penandatangannya; dan
  6. terdapat cara tertentu untuk menunjukkan bahwa Penanda Tangan telah memberikan persetujuan terhadap Informasi Elektronik yang terkait.

Rentang nilai pembuktiannya akan semakin tinggi apabila berdasarkan pemeriksaan, penampikan semakin sulit dilakukan. Dalam hal para pihak berhasil menampik suatu Tanda Tangan Elektronik, maka Tanda Tangan Elektronik tersebut dianggap sebagai palsu atau tidak sah.

Pemenuhan terhadap 6 (enam) syarat tersebut dapat dibantu dengan meminta keterangan tambahan, keterangan tersebut didapat dari ahli dari bidang Kriptografi atau Digital Forensik yang ditunjuk.


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *