Salah Satu Ongkos Demokrasi Itu Bernama Demonstrasi

Demokrasi secara singkat adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya, memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Salah satu negara yang menganut paham ini adalah Indonesia. Paham ini dianut oleh Indonesia karena dianggap paling humanis dan dapat menyatukan kebhinekaan. Landasan hukumnya UUD negara republik Indonesia tahun 1945, tercermin dalam pasal 1 ayat (2) yang berbunyi “kekuasaan berada di tangan rakyat”.

Dibalik keunggulan demokrasi yang mencegah monopoli otoritas, melindungi kepentingan warga negara, kesetaraan bagi masyarakat dan lainnya. Paham demokrasi ini memiliki berbagai ongkos tersendiri yang harus dipahami. Ongkos demokrasi ini salah satunya adalah terjadinya Demonstrasi.

Namun lucunya Demonstrasi sebagai ongkos demokrasi tersebut jarang dipahami oleh pemerintah. Akhibatnya pemerintah sering bertindak represif dalam menghadapi berbagai demonstrasi. Padahal demonstrasi ini adalah salah satu perwujudan dan ongkos yang harus ditanggung dalam negara demokrasi.

Ongkos demokrasi lain seperti biaya pelaksanaan pemilu dan lainnya memang bukan bahasan baru. Tetapi soal demonstrasi selalu menjadi yang menarik, berbeda, jarang dipahami dan dikaji. Seharusnya karena sudah memilih Demokrasi sebagai salah satu haluan bangsa maka penyelesaian dan penanganan demo haruslah lebih baik.

Demonstrasi sendiri akan selalu ada untuk mengkritisi suatu kebijakan pemerintah yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan dalam negara demokrasi. Juga perlu diingat, kadang demo berakhir dengan kerusakan dan kerusuhan. Namun perlu disadari kembali oleh negara, tidak ada negara berhaluan demokrasi di muka bumi ini yang tidak pernah mengalami kerusuhan dan kerusakan dalam demonstrasi di era demokrasinya.

Sehingga semua pihak termasuk pemerintah Indonesia yang mengaku menjunjung tinggi demokrasi harus memahami ongkos dan konsekuensinya. Dengan begitu maka kedepan alergi terhadap demostrasi dapat dikurangi, penanganan demo pun dapat dilakukan lebih manusiawi dan menghindari korban jiwa.