Penjelasan Gugatan Sederhana

Banyak yang sudah mendengar gugatan sederhana, namun belum banyak orang yang mengetahui sejacara jelas untuk itu kami akan menjelaskannya. Gugatan Sederhana atau Small Claim Court adalah tata cara pemeriksaan di persidangan terhadap gugatan perdata dengan nilai gugatan materil paling banyak Rp 200 juta yang diselesaikan dengan tata cara dan pembuktian yang sederhana.

Gugatan sederhana muncul untuk memberikan proses persidangan murah dan cepat. Gugatan sederhana Dasar Hukum Peraturan Mahkamah Agung No. 2 Tahun 2015 Jo. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana.

Ruang Lingkup Ruang lingkup perkara gugatan sederhana sebagai berikut :

  1. Perkara Cidera Janji/Wanprestasi dan atau Perbuatan Melawan Hukum yang nilai gugatan materil maksimal Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)
  2. Bukan perkara yang masuk dalam kompetensi Pengadilan Khusus
  3. Bukan sengketa hak atas tanah
  4. Penggugat dan Tergugat masing-masing tidak boleh lebih dari satu kecuali memiliki kepentingan hukum yang sama
  5. Tempat tinggal Tergugat harus diketahui
  6. Penggugat dan Tergugat harus berdomisili di Wilayah Hukum yang sama.
  7. Dalam hal Penggugat berada di luar wilayah hukum domisili Tergugat, Penggugat mengajukan gugatan dengan menunjuk kuasa, kuasa insidentil, atau wakil yang berdomisili di wilayah hukum Tergugat dengan surat tugas dari institusi Penggugat
  8. Penggugat dan Tergugat wajib menghadiri secara langsung setiap persidangan dengan atau tanpa didampingi oleh kuasa, kuasa insidentil, atau wakil dengan surat tugas dari institusi Penggugat.

Sedangkan untuk mekanisme pendaftaran perkara gugatan sederhana adalah sebagai berikut :

  • Penggugat mendaftarkan gugatannya di Kepaniteraan Perdata Pengadilan Negeri
  • Dalam perkara Gugatan Sederhana, Penggugat cukup mengisi formulir gugatan yang telah disediakan. Formulir gugatan berisi keterangan mengenai : a. Identitas Penggugat dan Tergugat, b. Penjelasan ringkas duduk perkara yang disertai uraian alat bukti (bukti surat dan saksi) yang akan diajukan, c. Tuntutan penggugat
  • Pada saat mendaftarkan gugatan sederhana, Penggugat wajib melampirkan bukti surat yang sudah dilegalisasi/materai di kantor pos
  • Tergugat menjawab gugatan dapat dengan mengisi formulir yang disediakan di Kepaniteraan Perdata Pengadilan Negeri (PTSP)
  • Penggugat dan Tergugat dapat menggunakan administrasi perkara gugatan sederhana secara elektronik (e-court/e-litigasi)

Tahapan Penyelesaian Tahapan penyelesaian perkara gugatan sederhana meliputi : Pendaftaran, Pemeriksaan kelengkapan gugatan sederhana, Penetapan hakim dan penunjukan panitera pengganti, Pemeriksaan pendahuluan, Penetapan hari sidang dan pemanggilan para pihak, Pemeriksaan sidang dan perdamaian dan Pembuktian Putusan Biaya Perkara.

Baca Juga : Pengertian dan Syarat Novasi Pembaharuan Utang

Mengenai biaya persidangan, Panjar biaya perkara dibayar oleh Penggugat yang besarnya ditetapkan berdasarkan radius oleh Ketua Pengadilan Negeri. Untuk penggugat yang tidak mampu dapat mengajukan permohonan beracara secara cuma-cuma atau prodeo Lama Penyelesaian Gugatan sederhana diselesaikan paling lama 25 (dua puluh lima) hari sejak hari sidang pertama.

Dalam proses persidangan gugatan sederhana ini, Hakim akan tetap mengupayakan mediasi perdamaian selama proses pemeriksaan dalam jangka waktu 25 (dua puluh lima) hari kerja. Perdamaian yang disepakati para pihak dituangkan dalam putusan akta perdamaian. Putusan akta perdamaian tidak dapat diajukan upaya hukum apapun Pemanggilan dan Kehadiran Para Pihak.

Upaya hukum terhadap putusan gugatan sederhana dapat dilakukan dengan mengajukan keberatan. Keberatan diajukan kepada ketua pengadilan dengan menandatangani akta pernayataan keberatan kepada panitera disertai alasan-alasannya. Dalam gugatan sederhana, Keberatan adalah upaya hukum terakhir. Sehingga putusan hakim di tingkat keberatan bersifat final dan tidak ada upaya hukum lain termasuk banding, kasasi, dan peninjauan kembali.