Kecelakaan Kerja di Kabupaten Semarang Dan Salatiga Tinggi, Tercatat 5 Meninggal

Kasus kecelakaan kerja di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) terhitung tinggi. Dalam satu hari, bisa tercatat tujuh kasus kecelakaan kerja yang diklaim ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Ungaran. 

Menurut Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Reza Sahria, selama periode Januari-November 2019 terjadi 1.374 kasus kecelakaan kerja dengan jumlah klaim Rp 5,1 miliar. Dari jumlah kasus kecelakaan kerja tersebut, ada lima karyawan yang meninggal dunia.

Reza menjelaskan, pihaknya hanya menanggung biaya saat pekerja berangkat ke kantor, berada di tempat kerja, selama bekerja, dan saat pulang kerja melalui jalur utama. Tapi yang terpenting adalah pekerja harus terdaftar dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Padahal pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapat jaminan berupa biaya perawatan tanpa batasan di rumah sakit pemerintah kelas I. Biaya yang ditanggung termasuk biaya transportasi dari lokasi kecelakaan kerja sampai ke rumah sakit.

Selain itu, jika peserta mengalami kematian dalam kecelakaan kerja maka ahli waris akan mendapat santunan. Yakni santunan kematian sebesar Rp 16,2 juta, santunan berkala sebesar Rp 200 ribu per bulan dan diberikan selama 24 bulan, uang kubur Rp 3 juta dan beasiswa Rp 12 juta. Dikatakan, jumlah kecelakaan kerja setiap tahun terus meningkat. Pada 2018 tercatat ada 1700 kejadian dengan jumlah klaim Rp 4,1 miliar.

Reza menghimbau perusahaan agar aktif mendaftarkan pekerjanya karena risiko kerja selalu mengintai. Terutama untuk pekerja di industri garmen dan pengolahan kayu yang termasuk kategori berisiko tinggi.