Rumah Sakit Medika Respati Bawen Belum Beroperasi Karena Izin Tak Kunjung Selesai

Rumah sakit Medika Respati samping Terminal Bawen belum belum juga beroperasi. Hal ini Hal ini dikarenakan perizinan yang belum rampung. Bahkan pembangunan sempat terhenti dikarenakan hal tersebut.

Perizinan untuk rumah sakit Medika Respati Bawen dikabarkan belum mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan RI. Ada dua perizinan yang dipenuhi yakni perizinan bangunan dan perizinan operasional. IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang sudah selesai. Sedangkan izin operasional rumah sakit masih dilakukan pengurusan.

IMB awalnya diperuntukkan sebagai sekolah tinggi ilmu kesehatan Respati, dan akan diubah menjadi rumah sakit. Sebuah rumah sakit harus dilengkapi berkas UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup), UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), Izin gangguan (HO), Lingkungan, dan Amdal Lalu Lintas. Nah beberapa izin tersebut yang tak kunjung selesai.

Pihak rumah sakit Respati Medika Bawen sebelumnya mengatakan data perizinan sudah 90 persen dipenuhi. Pihak Medika Respati akan meminta rekomendasi dan izin operasional Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten Semarang. Jika semua izin dikeluarkan, rencananya menjadi rumah sakit tipe C pendidikan. Tapi sekarang akan dirikan rumah sakit tipe D dulu karena kurangnya luas lahan.

Bangunan empat lantai, kata Nurwahid dari pihak Yayasan Respati bediri di lahan seluas 6.800 meter persegi. Rencana akan dijadikan rumah sakit umum sebelum menjadi rumah sakit pendidikan di kecamatan Bawen.