Sertifikasi Sebagai Syarat Pernikahan Mulai 2020

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau PMK Muhadjir Effendy mengatakan di masa depan, pasangan yang ingin menikah harus memiliki sertifikat perkawinan. Tanpa sertifikasi tersebut, pasangan tak diperbolehkan menikah. Muhadjir melontarkan ide adanya sertifikasi pranikah.

Tujuannya agar pasangan punya pengetahuan soal reproduksi dan kondisi yang berbahaya buat anak, seperti stunting. Nantinya pasangan harus mengikuti kursus atau pelatihan yang diadakan pemerintah. Sedangkan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan akan terlibat dalam pelatihan dan pemberian sertifikat pranikah.

Selain kesehatan, pengetahuan soal ekonomi keluarga hingga saran yang berifat spiritual juga diberikan pemerintah. Sebelumnya, Muhadjir mengatakan pelatihan ini mirip yang dilakukan beberapa lembaga keagamaan yang mengadakan kursus sebelum pasangan menikah. Dia mencontohkan, di agama Katolik, pasangan sebelum menikah diberikan pelatihan selama tiga bulan. 

Muhadjir menargetkan sertifikasi pernikahan ini bisa diimplementasikan pada 2020. Mantan Mendikbud ini bakal mematangkan dulu wacana ini bersama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan. Namun bila hal ini jadi diberlakukan maka negara akan semakin masuk ke ranah privasi masyarakat.