Arti Dari Surat Kuasa Insidentil

Arti dari Surat Kuasa Insidentil adalah pemberian kuasa kepada penerima kuasa yang masih kerabat pemberi kuasa untuk dan atas nama pemberi kuasa untuk mewakili beracara di Pengadilan. Syarat sah surat kuasa insidentil di antaranya adalah :

  1. Penerima Kuasa tidak berprofesi sebagai advokat/pengacara
  2. Penerima Kuasa adalah orang yang mempunyai hubungan keluarga sedarah atau semenda dengan pemberi kuasa sampai derajat ketiga yang dibuktikan dengan surat keterangan hubungan keluarga yang dikeluarkan oleh Lurah/Kepala Desa. Pengertian ”derajat ketiga” mencakup hubungan garis lurus ke atas, ke bawah, dan ke samping
  3. Tidak menerima imbalan jasa atau upah
  4. Sepanjang tahun berjalan belum pernah bertindak sebagai kuasa insidentil pada perkara yang lain
  5. Hanya berlaku untuk beracara di Pengadilan tempat surat kuasa tersebut didaftarkan dan juga hanya pada perkara yang ditunjuk.

Surat kuasa insidentil diatur dalam Buku II Pedoman Teknis Administrasi dan Teknis Peradilan Perdata Umum dan Perdata Khusus. Diatur bahwa yang dapat menerima kuasa untuk menghadap di Pengadilan adalah :

  • Advokat
  • Jaksa dengan kuasa Khusus mewakili negara atau pemerintah
  • Biro Hukum Pemerintah/TNI/Kejaksaan RI
  • Direksi atau karyawan yang ditunjuk oleh suatu badan hukum
  • Mereka yang mendapat kuasa insidentil yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan.