Pergantian Nama Lapangan Pancasila Salatiga Menuai Protes

Perubahan nama Lapangan Pancasila Salatiga menjadi Alun-alun Salatiga yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menuai protes dari beberapa pihak. Protes salah satunya datang dari Pemuda Pancasila. Ormas ini menilai perubahan nama tersebut akan menghilangkan sejarah dan jati diri Kota Salatiga.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Salatiga Eko Niryogo menyatakan, nama Alun Alun Pancasila Salatiga memiliki nilai hirarki dan filosofi bagi Salatiga.

Selain mempersoalkan penggantian nama Alun Alun Pancasila Salatiga, MPC Pemuda Pancasila juga memprotes pemindahan patung Garuda Pancasila dan tiga patung pahlawan ke Taman Kota Salatiga di Bendosari, Kumpulrejo, Argomulyo yang terkesan sembarangan.

Menurut dia, penempatan bentuk lambang negara ada aturannya. Sesuai Undang Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, penempatan bentuk lambang negara tidak boleh sembarangan.

Mananggapi protes tersebut, Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit menyatakan, pihaknya sepakat dengan MPC Pemuda Pancasila Kota Salatiga. Nama Alun Alun Pancasila Salatiga sudah menjadi jati diri yang melambangkan Kota Salatiga sebagai Indonesia mini.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Salatiga Prasetyo Ichtiarto mengatakan, pihaknya siap memenuhi permintaan MPC Pemuda Pancasila. Pihak dari DLH Kota Salatiga siap mengganti tulisan Alun Alun Salatiga yang sudah terpasang sesuai permintaan. Terkait pemindahan dan penempatan patung Garuda Pancasila dan tiga patung pahlawan di Taman Kota Salatiga itu baru sementara.