Tata Cara Pendaftaran Merek Dagang HKI

Tata cara pendaftaran merek dagang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Hal pendaftaran merek dagang HKI ini juga diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Merek. 

Jika mendaftar secara langsung (non elektronik), pemohon atau kuasanya harus melengkapi persyaratan formil, lalu merek yang dimohonkan tersebut akan melalui proses pengumuman, lalu pemeriksaan substantif.

Secara garis besar berikut adalah Proses dan Tahapan pendaftaran Merek :

  • Penelusuran Merek : Menelusuri sebuah merek dagang adalah hal yang harus Anda lakukan pertama kali, sebelum melakukan pendaftaran merek dagang. Penelusuran bisa Anda lakukan lewat pihak terkait yang menangani masalah ini. Untuk pendaftaran merek dagang dan juga pertanyaan, bisa Anda ajukan lewat email di website www.dgip.go.id.
  • Persyaratan Pengajuan Permohonan : Setelah Anda mengunjungi website terkait untuk pendaftaran merek. Silahkan siapkan persyaratan untuk mendaftarkan merek dagang Anda. Berikut beberapa persyaratan yang biasanya diminta untuk registrasi merek Seperti : Pemohon (perusahaan atau Perorangan) mengisi biodata seperti Nama, alamat dan kewarganegaraan, Menyiapkan 30 Contoh merek berukuran maksimal 9 x 9 cm, minimal 2 x 2 cm, Menyiapkan daftar barang atau jasa yang diberi merek, Surat Pernyataan kepemilikan dari pemohon, Surat Kuasa, Fotokopi KTP pemohon, Fotokopi NPWP (khusus pemohon perusahaan)
  • Prosedur pendaftaran merek : Ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu pengajuan merek oleh pemohon langsung dan melalui proses verifikasi yang dilakukan oleh Ditjen HKI. Pemohon akan mengisi formulir pendaftaran merek dengan berbagai syarat lainnya yang harus dipenuhi. Seperti syarat surat keterangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), etiket merek, surat kuasa khusus, bukti pembayaran pendaftaran merek, dan bukti penerimaan permintaan pendaftaran merek.
  • Pemeriksaan Formal dan Subtantif :Pemeriksaan Formalitas Pertama adalah diperiksanya kelengkapan persyaratan registrasi merek tertentu.
  • Pengajuan Keberatan : Setelah disetujui, 10 hari setelahnya Ditjen HKI akan mengumumkan permohonan tersebut dalam sebuah berita resmi merek. Pengumuman akan berlangsung selama tiga bulan. Hal ini untuk memastikan tidak ada keberatan dari pihak lainnya.
  • Pemeriksaan ulang : Pemerisaan ulang apabila pemohon pendaftaran merek ini mengajukan keberatan. Pemeriksaan ini biasanya diselesaikan dalam jangka waktu paling lama dua bulan sejak berakhirnya masa pengumuman. Jika tidak ada masalah Ditjen HKI akan menerbitkan dan memberikan Sertifikat merek. Terbit dalam waktu paling lama tiga puluh hari sejak tanggal permohonan tersebut disetujui.