Romi Sebut Berkah Ramadhan Setelah Bebas dari Penjara

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi telah dikeluarkan dari Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (29/4) malam. Romi yang mengenakan koko putih lengan pendek tampak keluar dari rutan yang berlokasi di belakang gedung Merah Putih KPK, Jakarta pukul 21.44 WIB.

“Pertama saya ucapkan puji syukur Alhamdulillah. Sesuai dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta bahwa saya sudah selesai menjalani pertanggal 28 April kemarin selama 1 tahun penuh,” ucap Romi.

Diketahui, KPK menindaklanjuti penetapan dari Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan agar Romi dikeluarkan dari rutan.

Romi menyatakan secara hukum berdasarkan penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Bahwa MA hari ini telah menetapkan pengeluaran saya karena pertanggal 28 April sampai pukul 24.00 saya sudah penuh menjalani. Hanya proses administrasi semestinya tadi pagi saya sudah keluar tetapi membutuhkan proses-proses administrasi yang harus jalani sehingga baru keluar malam hari ini.

Romi mengatakan, pihaknya belum puas atas putusan banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang telah meringankan hukumannya. Namun, ia menganggap sebagai berkah di bulan Ramadhan karena telah dikeluarkan dari rutan.

Usai dikeluarkan dari rutan, Romi juga berencana untuk berziarah ke makam orangtuanya. Namun karena situasi masih lockdown Jakarta, jadi mungkin saya belum bisa berziarah ke makam orangtua saya tetapi secepatnya kalau memang sudah memungkinkan situasi dan kondisi saya akan berziarah.

MA memerintahkan pada KPK untuk mengeluarkan Romi

Sebelumnya MA memerintahkan pada KPK untuk mengeluarkan Romi dari rumah tahanan. Alasannya Romi telah menjalani masa pidana sesuai dengan hukuman penjara yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Pada 22 April 2020 lalu, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima banding Romi dengan mengurangi hukumannya menjadi 1 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Padahal pada 20 Januari 2020, majelis pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis kepada Rommy selama 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Diketahui hal tersebut karena Romiterbukti menerima suap sebesar Rp255 juta dari Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Serta Rp91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.