BPJS Dinaikkan Lagi Oleh Jokowi

Iuran BPJS Kesehatan kembali dinaikan oleh Presiden Jokowi. Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Kebijakan naiknya iuran BPJS Kesehatan tersebut diteken oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (5/5/2020).

Pada akhir Desember lalu, iuran BPJS dinaikkan melalui Perpres Nomor 75 tahun 2019. Namun, per 1 April dibatalkan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020. Lalu sekarang, di tengah pandemi corona, Presiden kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Pada pasal 34 Perpres tersebut, kenaikan iuran terjadi pada Kelas I dan Kelas II mandiri. Hal itu akan dimulai pada Juli 2020.

Baca Juga : Hore Kenaikan BPJS Kesehatan Dibatalkan MA

Selain itu dalam pasal 34 juga dijelaskan mengenai perubahan subsidi yang diberikan pemerintah. Untuk tahun ini subsidi pemerintah bagi Kelas III mandiri sebanyak Rp 16.500, tapi mulai tahun 2021 subsidinya hanya Rp 7.000.

April-Juni 2020 kembali ke Perpres 82 Tahun 2018:

  • Kelas 1 Rp 80.000
  • Kelas 2 Rp 51.000
  • Kelas 3 Rp 25.500

Tahun 2020 Berdasarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 :

  • Kelas 1 Rp 150.000
  • Kelas 2 Rp 100.000
  • Kelas 3 Rp 25.500

Tahun 2021 berdasarkan Perpres Nomor 64 tahun 2020:

  • Kelas 1 Rp 150.000
  • Kelas 2 Rp 100.000
  • Kelas 3 Rp 35.000

Tentunya hal ini mengecewakan, karena ditengah pandemi dan masyarakat kecil terhimpit secara ekonomi dan kurangnya subsidi BPJS palah dinaikan kembali oleh Jokowi. Meski tidak salah karena memang wewenang eksekutif dalam hal ini Jokowi beserja jajaran menteri, namun berpotensi digugat kembali serta memunculkan anggapan “Wong Cilik Dilarang Sakit” oleh sebagian kalanggan. Hal ini juga menunjukan kurangnya empati pemerintah kepada masyarakat.