Perjanjian Ekonomi Indonesia-Australia CEPA Segera Berlaku

Indonesia dan Australia telah menyepakati perjanjian ekonomi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) pada Februari lalu. Kerja sama ini diharapkan menjadi angin segar bagi perekonomian kedua negara. Ini mengingat kedekatan kondisi wilayah dan tingginya kebutuhan barang-jasa. Implementasi perjanjian IA-CEPA tersebut akan diselenggarakan pada 5 Juli 2020 dengan diikuti 241 peserta dari Indonesia dan Australia.

Perlu diketahui, IA-CEPA ditandangani oleh Menteri Perdagangan Indonesia dan Menteri Perdagangan Australia pada tanggal 4 Maret 2019. IA-CEPA diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia pada 28 Februari 2020.

Perjanjian ini mencakup sektor perdagangan barang yang meliputi berbagai aspek. Beberapa aspek antara lain adalah tarif dan nontarif, ketentuan asal barang, prosedur bea cukai dan fasilitasi perdagangan, hambatan teknis perdagangan, sanitasi dan fitosanitasi, perdagangan jasa yang meliputi ketenagakerjaan, jasa keuangan, telekomunikasi, dan jasa professional.

Selain itu perjanjian IA-CEPA juga berlaku meliputi investasi, perdagangan elektronik, kebijakan daya saing, kerja sama ekonomi, serta pengaturan kelembagaan dan kerangka kerja.

Saat ini, Indonesia dan Australia sedang menyiapkan implementasi IA-CEPA yang tentunya akan menguntungkan kedua negara. Early outcomes IA-CEPA mencakup beberapa sektor. Selain itu IA-CEPA juga diharapkan dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha daerah, untuk memasarkan produknya ke Australia dan juga berkolaborasi sebagai mitra lokal bagi investor Australia yang berinvestasi di Indonesia.