RUU Cipta Kerja, Ketika Hukum Dirasa Beda Dengan Keadilan Akankah Menjadi Demo Terbesar di Era Reformasi

RUU Cipta kerja banyak menuai penolakan yang berujung demo besar diberbagai wilayah di Indonesia. Para penolak dari buruh, mahasiswa dan masyarakat melihat bahwa Hukum kini bukan lagi cerminan Keadilan. Memang hukum sendiri belum mempunyai definisi yang jelas. Seperti Mahfud MD yang menggambarkannya sebagai Resultante, meski begitu seharusnya rasa keadilan baiknya tetap tercemin dalam pembuatan hukum.

Buntutnya ketidakpuasan ini demo besar di seluruh Indonesia pada hari Rabu (7/10/2020) terjadi yang meski tidak disiarkan TV. Tetapi dikabarkan melukai setidaknya 6 Mahasiswa UPB. Kini Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali akan menggelar unjuk rasa besar-besaran pada hari Kamis (8/10/2020). Hal ini masih terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang.

Baca Juga : Hadiah Pemerintah Yang Ditolak Pekerja, Dari Kemungkinan Kontrak Seumur Hidup Hingga Berkurangnya Pesangon

Dalam unggahan bertajuk seruan aksi nasional di laman Instagram resminya, BEM SI menyerukan agar mahasiswa di berbagai daerah bergabung dalam unjuk rasa yang akan digelar di Istana Rakyat pada pukul 10.00 WIB, esok. Bahkan mungkin demo ini akan menjadi demo terbesar di Era Reformasi.

“Seruan untuk seluruh mahasiswa di Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk mengikuti aksi nasional yang diadakan pada Kamis 8 oktober 2020, waktu pukul 10.00 WIB, tempat: Istana Rakyat,” demikian unggahan @bem_SI sebagaimana dikutip Faktorhukum dari Instagram resminya, Rabu (7/10/2020).

Di ujung seruan aksi tersebut, BEM SI mengutip penggalan pusi aktivis Wiji Thukul, “Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: Lawan!” tulis BEM SI.