Kasus Penembakan Laskar FPI Bisa Berimbas ke Ekonomi Indonesia

Kasus penembakan 6 laskar FPI mulai mendapat perhatian asing dan dikhawatirkan berimbas ke Ekonomi. Setelah beberapa media Internasional seperti Australia meliputnya. Terkini muncul kabar adanya pegawai kedutaan besar Jerman yang mengunjungi markas FPI. Jika menilik dari hal tersebut maka penyelesaian kasus ini perlu kehati-hatian agar tidak merusak citra Indonesia.

Masalahnya bila tidak tertangani dengan tepat kasus ini bisa merambah ke ranah yang lebih luas semisal ekonomi. Sudah menjadi lagu lama bahwa pelanggaran HAM dan Perusakan lingkungan, dapat dijadikan alasan untuk memblokir produk suatu negara. Sebut saja CPO kita yang dihantam isu perusakan lingkungan dan berusaha diblokir Uni Eropa.

Kasus dugaan pelanggaran HAM pun juga akan sama, dapat dimanfaatkan untuk memblokir produk Indonesia oleh pihak tertentu dalam persaingan global. Oleh karena itu sebaiknya kasus penembakan 6 anggota FPI ini terselesaikan dengan baik.

Sebetulnya walaupun terbukti ada unsur pelanggaran HAM asal itu bukan dinilai perintah langsung negara maka masih aman. Misal jika itu hanya kesalahan oknum tertentu dan bukan perintah atasan ataupun negara. Bisa juga di kasus ini tidak terbukti ada pelanggaran HAM, dengan catatan adanya pembuktian yang kuat dan dapat diterima masyarakat Internasional tentunya.

Bila tidak terselesaikan bisa jadi isu pelanggaran HAM nantinya akan liar dan dipakai negara atau pihak tertentu untuk menolak produk Indonesia. Jika ini terjadi tentunya akan merugikan ekonomi Indonesia dan berakhibat dapat memojokan pemerintahan yang kini berkuasa. Mengingat ekonomi Indonesia saat ini tidaklah dalam keadaan yang kuat karena terhantam Pandemi.