Jokowi Izinkan Penamaan Pulau dan Gunung Gunakan Bahasa Asing

Kini presiden Joko Widodo mengizinkan penamaan pulau, gunung, sungai serta rupabumi menggunakan bahasa asing. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi yang sudah diteken 7 Januari lalu.

Dalam PP tersebut, rupabumi terdiri dari unsur alami dan unsur buatan. Unsur alami meliputi pulau, kepulauan, gunung, pegunungan, bukit, dataran tinggi, gua, lembah, tanjung, semenanjung, danau, sungai, muara, samudera, laut, selat, teluk, unsur bawah laut, dan lainnya.

Sebenarnya, penamaan rupabumi diutamakan menggunakan kata dalam bahasa Indonesia. Tercantum dalam Pasal 3 butir a PP No. 2 tahun 2021.

Akan tetapi, Pasal 3 butir b disebutkan bahwa penamaan rupabumi boleh menggunakan bahasa daerah dan bahasa asing. “Dapat menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing apabila unsur rupabumi memiliki nilai sejarah, budaya, adat istiadat, dan/atau keagamaan,” bunyi pasal 3 huruf b PP Nomor 2 Tahun 2021.

Masih dalam PP yang sama, penamaan rupabumi harus sesuai kaidah penulisan nama rupabumi dan kaidah spasial. Satu rupabumi hanya boleh memiliki satu nama dan terdiri dari maksimal tiga kata.

Penamaan rupabumi pun harus menghormati keberadaan suku, agama, ras dan antargolongan. Nama rupabumi tidak boleh menggunakan nama orang yang masih hidup ataupun nama instansi/lembaga.

Nama rupabumi boleh menggunakan nama orang yang sudah meninggal dunia lebih dari lima tahun. Nama rupabumi juga boleh menggunakan abjad romawi.

Dalam PP No. 21 tahun 2021 disebutkan bahwa urusan penamaan rupabumi ditangani oleh sebuah badan. Badan itu diwajibkan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga negara terkait.