Peraturan Batas Maksimal Usia Pesawat Terbang

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabut aturan tentang pembatasan usia pesawat. Sebagai penggantinya aturan baru yang mengembalikan batasan maksimal usia pesawat angkutan niaga sesuai aturan dari pabrikannya. Meski beberapa pabrikan memang ada yang mengaturnya tetapi juga ada yang tidak mengatur batas usia pemakaian.

Regulasi ini diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. 115/2020 tentang batas usia pesawat udara yang digunakan untuk kegiatan angkutan udara niaga. Regulasi ini melengkapi regulasi sebelumnya yakni Permenhub No. 27/2020 yang mencabut Permenhub No. 155/2016 tentang batas usia pesawat udara yang digunakan untuk kegiatan angkutan udara niaga.

Alasan pencabutan aturan Permenhub No. 155/2016 karena digantikan dengan Kepmenhub No. 115/2020 tentang batas usia pesawat udara yang digunakan untuk kegiatan angkutan udara niaga. Indonesia telah mendapatkan nilai bagus dari ICAO, FAA dan EASA sehingga penilaian terhadap pengawasan pengoperasian pesawat udara di Indonesia dianggap sudah memiliki standar yang baik.

Di sisi lain, regulasi yang baru ini akan mendorong iklim investasi yang lebih menguntungkan bagi operator. Pasalnya, kondisi usia pesawat di Indonesia saat ini relatif banyak yang dibawah ketentuan Kepmenhub No. 115/2020. Sehingga kekhawatiran akan berdampak terhadap faktor keselamatan sangat kecil tentunya.

Sementara itu, pesawat terbang pertama kali digunakan dan dioperasikan selain kategori transportasi untuk angkutan udara penumpang usia maksimalnya 25 tahun, sama seperti aturan sebelumnya. Kemudian, kategori transportasi dan selain transportasi untuk khusus kargo batas usia pesawat disesuaikan dengan penggunaan pesawat udara (flight hour) dan atau flight cycle pesawat udara sesuai ketentuan pabrikan.

Adapun, helikopter paling tinggi berusia 25 tahun, batasan maksimal ini dilonggarkan dari usia sebelumnya yang maksimal 20 tahun. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menetapkan aturan ini pada 22 Mei 2020.