AHY Bisa Saja Diganti Tapi Dengan Konsekuensi Sangat Besar

Kabar KLB Demokrat terus saja muncul ditengah solidnya dan naiknya pamor partai tersebut. Hal ini membuat pertanyaan untuk apakah alasan KLB Demokrat dilakukan. Jika untuk kepentingan partai rasanya tidak karena partai sudah di track yang benar dibawah kepemimpinan AHY.

Lalu perlu diingat para pengusul KLB kebanyakan adalah kader bermasalah ataupun sudah lama meninggalkan partai Demokrat. Maka jika sampai bisa AHY diganti tentu itu akan menghancurkan momen Partai Demokrat itu sendiri ditengah laju positif.

Tetapi dalam politik semua bisa saja terjadi, apalagi jika ada indikasi orang dengan kekuasaan luar biasa ikut campur. Jika itu terjadi dimana ada kekuasaan ikut maka bisa saja AHY diganti !

Baca Juga : Demokrat Solid Kritik Pemerintah Dengan Data, AHY Terancam Dikudeta

Misal dengan ada segelitir kecil pemilik suara Demokrat bersama beberapa orang yang mengaku Demokrat tiba-tiba membuat KLB versi mereka sendiri. Kemudian didaftarkan ke Kemenkum HAM dan secara Ajaib di setujui, hal yang sulit tapi bisa saja terjadi jika dibekingi kekuasaan entah itu dari siapapun orangnya.

Demokrat Hancur Jika Ditinggalkan Trah SBY

Tapi perlu diingat bahwa kekuatan Demokrat adalah Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Maka sekalipun akhirnya kehilangan partai Demokrat secara paksa dengan mudah SBY akan membuat partai baru. Kemudian yang terjadi kemungkinan besar partai Demokrat akan hancur. Serta mungkin SBY akan merubah gaya politiknya, dari politik oposisi santun menjadi agresif.

Hal ini palah menimbulkan konsekuensi besar bagi pemerintah bukan hanya bagi pihak yang dinilai merebut partai Demokrat. Ini dikarenakan SBY akan menjadi oposisi agresif beda dari sebelumnya, layaknya Jepang membangunkan amarah Amerika pada Perang Dunia ke dua.

SBY adalah presiden ke 6 RI dengan loyalis yang banyak, dan suka tidak suka masih sangat disukai masyarakat. Contoh bayangkan jika SBY ikut berdemo dengan kondisi ekonomi dan sosial dimasa Pandemi ? Atau SBY dengan agresif terus mengkritik pemerintah dengan partai barunya setelah kehilangan Demokrat, berapa lama presiden sanggup menanganinya ? Tentunya ini menjadikan mengganti AHY, merebut Demokrat dari SBY adalah pertaruhan sangat Besar bagi banyak pihak.