Demokrat Solid Kritik Pemerintah Dengan Data, AHY Terancam Dikudeta

Kabar terbaru datang dari partai pimpinan oposisi Indonesia yakni partai Demokrat. Entah kebetulan atau tidak, kabar tersiar ialah tentang Kudeta politik terhadap Agus Harimurti Yudhoyono atau sering disebut AHY dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat. Partai yang akhir-akhir ini solid mengkritik pemerintah dengan data ekonomi sehingga sering membuat tekanan yang cukup hebat pada pemerintah.

Seperti yang sudah diketahui bersama oleh publik. Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendadak menggelar konferensi pers di Taman Politik Wisma Proklamasi, Jakarta, Senin (1/2/2021) siang. AHY membawa kabar mengejutkan : Ada sekelompok orang sedang berupaya mengudetanya sebagai pimpinan partai, termasuk orang luar yang berstatus orang dalam Istana.

Hal ini tentu bukan hal mengejutkan karena kekuatan AHY kian hari kian meningkat. Ditambah kritik Ekonomi dengan data ala partai demokrat sulit dijawab pemerintah. Bisa ditebak karena Ekonomi RI diatas kertas Era Jokowi jauh dibawah Era Kepemimpinan SBY.

Sebut saja para pendukung AHY sering kali membagikan prestasi Ekonomi Era SBY ditambahi dengan pertanyaan unik, Apa prestasi Ekonomi Pemerintahan sekarang ? Kalimat simpel tapi sulit dijawab oleh pendukung pemerintah !

Selain itu dukungan terhadap AHY juga semakin solid untuk Pilpres 2024. Terlihat diberbagai media sosial Grub pendukung AHY menjamur dan menguat.

Baca Juga : SBY Begawan Ekonomi Makro Indonesia

Belum lagi solidnya Internal partai Demokrat yang saling melindungi antara kader dan masuknya tokoh berpotensi ke Demokrat, membuatnya sulit ditembus dari sisi eksternal. Survei pun menunjukan Demokrat mempunyai elektabilitas kian tinggi di masyarakat.

Sosok Pejabat Tinggi Pemerintahan Dituding Ikut Rencana Kudeta AHY

Partai Demokrat sendiri secara Tegas menuding Moeldoko sebagai pejabat pemerintah yang ikut dalam rencana kudeta AHY. Selang beberapa jam dari konferensi pers AHY, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko melakukan hal yang sama.

Alih-alih membantah tudingan, ia mengakui keterlibatan dalam kudeta tersebut. Satu-satunya yang ia sanggah adalah gerakan ini dikaitkan dengan Jokowi.

“Jangan dikit-dikit Istana dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini. Karena beliau tidak tahu sama sekali dalam hal ini, dalam isu ini. Itu urusan saya, Moeldoko ini, bukan selaku KSP,” ujarnya di Jakarta.

Ini hal yang menarik karena AHY dan Demokrat berani Tegas menuding tanpa tedeng aling aling dan sanggup membaca langkah kedepan. Tentu juga bisa disebut cerdik, karena rahasia umum seperti dalam persolan hukum dipengadilan jika melawan kekuatan lebih besar maka medialah yang dapat membantu.

Dengan teknik semacam ini sekali lagi partai Demokrat dan AHY menunjukan kesolidan dan kecerdasan. Menghindari apa yang telah terjadi pada PPP dan Partai Berkarya, dimana dari Oposisi menjadi Koalisi dengan cara pengurus berganti lewat KLB.