Penyewaan Rumah Tidak Sesuai Akad Perjanjian

Selamat sore, Sepupu saya mempunyai properti yang di sewakan. Didalam waktu 5 tahun (2 tahun pertama dan 3 tahun perpanjangan). Di dalam akta sewa, terdapat pasal bila penyewa harus mengembalikan kondisi sesuai dengan waktu awal sewa, kecuali bila kerusakan atau perbedaan kondisi properti adalah akibat pemakaian normal. Selain hal itu, terdapat juga pasal dimana properti tidak boleh di gunakan untuk kebutuhan bisnis, hanya untuk rumah tinggal.

Waktu penyewa meninggalkan properti, sepupu mendapatkan kondisinya sangat berantakan. Juga ternyata di ketahui bahwa penyewa menjalankan bisnis di properti tersebut.

Sepupu meminta sejumlah kerugian yang di tolak oleh pihak penyewa dengan berbagai macam alasan. Pertanyaan saya, apakah dalam hal ini adalah 100% ranah perdata ? Atau bisa di arahkan ke ranah pidana ? Dimana saya dan sepupu merasa bahwa adanya penipuan (penggunaan properti untuk selain rumah tangga), perusakan properti, dan atau perbuatan tidak menyenangkan.

Jawaban :

Baik terimakasih telah bertanya, kami akan sedikit memberikan gambaran. Pertama kami akan mendefinisikan penipuan sesuai dengan UU yang berlaku.

Penipuan diatur dalam pasal 378 KUHP, yang menyebutkan : Barang siapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang, dihukum karena penipuan dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun.

Pertanyaanya apakah ada hal yang masuk dalam definisi hal tersebut ? Lalu untuk perusakan apakah sengaja dirusak ? Dan perlu diingat harus ada mens rea agar dikatakan pidana ! Jika pertanyaan apakah bisa dipidanakan ? Jawabannya sangatlah kecil kemungkinan dan berpotensi dilaporkan balik dalam hal ini menurut pandangan kami.

Maka dari itu akan lebih baik dan murah untuk diajukan melalui jalur perdata yakni Wan Prestasi karena lebih tepat. Jika ingin jalan yang lebih murah lakukan lewat gugatan sederhana.

Perlu diketahui masalah properti baik jual beli atau sewa, menjadi salah satu kasus Perdata yang sering maju ke pengadilan karena miskomunikasi antara pihak. Jika ingin bertanya lebih jelas dan privat anda dapat menghubungi kamiĀ DISINI.