Catat Orang Mati Tidak Dapat Jadi Tersangka

Meninggalnya 6 laskar FPI menjadi sorotan publik di Indonesia. Terlebih setelah kepolisian menjadikan mereka tersangka padahal telah meninggal. Penetapan ini sepengetahuan kami juga adalah yang pertama kalinya orang mati yang dijadikan tersangka di Indonesia. Maka publik pun heboh dan merasa heran atas hal tersebut.

Padahal menurut hukum di Indonesia orang yang sudah mati, gugur perkara pidananya seperti tertuang di Pasal 77 KUHP mengamanatkan. Lalu jika perkara hukum sudah gugur bagaimana bisa dinaikan statusnya sebagai tersangka.

Hal ini juga diperkuat oleh Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 21/PUU-XII/2014. Dimana dalam putusan tersebut dijelaskan bahwa : 

Penetapan tersangka harus berdasarkan (1) minimal 2 (dua) alat bukti sebagaimana termuat dalam pasal 184 KUHAP dan (2) disertai dengan pemeriksaan calon tersangkanya.

Setelah tahapan seseorang diduga melakukan kejahatan dan bukti cukup, maka seharusnya diperiksa terlebih dahulu sebelum dijadikan tersangka. Meskipun telah didapati bukti permulaan yang cukup yaitu paling sedikit 2 (dua) jenis alat bukti.

Baca Juga : Ini Alasan Kenapa Presiden Tidak Dapat Dipidanakan

Lalu bagaimana 6 orang laskar FPI dapat diperiksa kepolisian, karena mereka telah meninggal. Dengan tidak dapat diperiksanya seseorang maka status tersangka tidak dapat dikenakan. Aturan ini sendiri ada untuk terjaganya asas praduga tidak bersalah.

Pahami Alasan Meninggal Ialah Lari atau Melawan Petugas

Perlu dipahami juga bahwa seseorang yang meninggal oleh polisi dalam proses penangkapan, siapapun dan dalam kasus apapun adalah meninggal karena melawan/lari dari petugas. Orang itu bukan meninggal dikarenakan petugas menindak kasus utamanya.

Nah dalam proses penangkapan tersebut yang akan diuji adalah tindakan aparat kepolisian, bukan tindakan orang yang telah meninggal. Diuji apakah sudah sesuai undang – undang dan SOP kepolisian atau tidak.

Jika sesuai undang – undang juga SOP maka selesai dan orang tersebut berubah status menjadi “pelaku”, Pelaku karena lari/melawan petugas bukan pelaku karena kasus utamanya. Sedang jika tidak sesuai undang – undang dan SOP maka bila cukup bukti, oknum polisi menjadi tersangka dan diadili status orang tadi bisa saja berubah menjadi korban.

Karena ada banyak kasus yang mengharuskan pemeriksaan terlebih dahulu. Maka bila ada orang dalam kasus tertentu yang belum pernah diperiksa oleh polisi lalu menjadi Buron, statusnya bukanlah tersangka melainkan DPO. Kasusnya tidak dapat untuk dilanjutkan sampai dengan orang tersebut tertangkap dan dapat diperiksa.

Dari pembahasan ini bisa disimpulkan bahwa sesuai pasal 77 KUHP dan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 21/PUU-XII/2014, seseorang yang telah meninggal tidak dapat dijadikan tersangka meskipun cuma 1 detik ! Penetapan tersangka kepada orang mati oleh Kepolisian, menurut saya adalah hal yang aneh dan tidak dapat dipahami. Aneh karena tidak memiliki Legal Standing didalam penetapannya.