Hambalang Sering Muncul Saat Pemerintah Bermasalah dengan SBY

Ditengah memanasnya hubungan antara Pemerintah dan Susilo bambang Yudhoyono “SBY”, tersiar kembali kabar bahwa Wisma Hambalang akan dibangun. Namun tak lama kemudian kabar tersebut juga berubah bahwa belum tentu dilaksanakan.

Seperti lagu lama karena saat pemerintah berkonflik dengan kubu SBY, isu Hambalang sering bahkan hampir selalu dimunculkan. Padahal secara kerugian Hambalang tidaklah terlalu besar layaknya Korupsi Bansos, Jiwasraya, maupun Asabri.

Tapi dalam politik sah-sah saja apalagi kini Nasib Demokrat ada ditangan pemerintah. Setelah terjadi KLB Ilegal yang Nyata Menabrak UU parpol dan AD/ART partai Demokrat mengangkat KSP Meldoko sebagai Ketua.

Kabar Gedung wisma atlet Hambalang belum tentu dibangun kembali diungkap oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Zainudin Amali. Ia menjelaskan kebutuhan akan tempat pemusatan latihan terpadu. Tapi Hambalang belum bisa dipastikan akan digunakan.

“Tetapi Hambalang itu belum bisa dipastikan akan digunakan, hanya menjadi pilihan utama karena Hambalang itu sudah tercatat dalam aset negara di Kemenpora,” kata Zainudin dalam keterangan resmi, Jumat (17/3/2021).

Tapi pihaknya masih memastikan kelayakan aspek teknis juga yuridisnya. Melihat Hambalang ini sempat menjadi masalah hukum.

Baca Juga : Sah atau Tidak KLB Demokrat Versi Moeldoko ?

Sehingga Zainudin meminta kepada publik dan stakeholder olahraga jangan mengambil kesimpulan Hambalang akan segera dibangun kembali. Zainudin juga mempertimbangkan alternatif lain untuk dijadikan pemusatan alternatif terpadu.

“Sekali lagi saya menegaskan bahwa belum tentu Hambalang menjadi pilihan satu-satunya dan akan digunakan untuk menjadi pemusatan latihan,” katanya.

Membantah Keterangan Sebelumnya Bahwa Hambalang akan Dibangun kembali

Padahal dalam keterangan resmi sebelumnya, Menpora Zainudin mengangkat kembali isu pembangunan kembali wisma atlet Hambalang yang mangkrak sejak 2010 lalu.

“Kita sedang mempertimbangkan untuk melihat Hambalang menjadi tempat untuk sentra atlet, senior atlet elit kita yang sudah siap bertanding,” Ucap Zainudin dalam keterangan resmi, Senin (15/3/2021).

Pemerintah juga nampak serius dalam pembangunan kembali mega proyek yang mengahkibatkan kerugian negara menurut BPK mencapai Rp 463,66 miliar. Tim dari Kemenpora dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat langsung menyambangi logasi proyek itu.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S. Dewa Broto menyatakan bahwa, tim kami dan tim PUPR sedang melakukan onset location di Hambalang pagi ini. Tim tersebut kesana untuk mengetahui sejauh mana kondisi lapangan.

Menurutnya, grand desain untuk melanjutkan proyek pembangunan yang mangkrak ini telah disiapkan. Kemudian, semua aspek untuk memulai pembangunan pun telah dikaji.

“Sudah ada di review BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) dari aspek keuanganya dan aspek teknis sudah di review PUPR,” kata Gatot.

Supaya tidak ada penyelewengan lagi, Kemenpora juga sudah menyerahkan grand design proyek ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Memastikan tidak ada kendala dalam upaya membangun wisma atlet ini.