Lawyer Domestik Tingkatkan Kualitas di Era Keran Investasi Dibuka

Pengacara atau Lawyer sebagai ujung tombak yang memberikan legal services terhadap investasi asing yang masuk sekaligus sebagai pengawal investasi Indonesia dalam menjamah negara lain perlu mempersiapkan diri. Untuk mendongkrak kualitas lawyer domestik di mata Internasional.

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) bekerjasama dengan International Bar Association (IBA) menggelar konferensi internasional bertajuk The Fundamentals of the International Legal Business Practice di Grand Hyatt, di Jakarta, (3/8). Sebagai informasi, Konferensi serupa akan diadakan pula secara bergilir di berbagai negara dunia seperti Roma, Italia, Kazakhstan, London, Prague dan lainnya.

Bendahara International Bar Association (IBA), Petter Bartlett, menyambut baik ajakan Peradi untuk menjalin kerjasama dengan IBA. Bartlett berharap kerjasama ini dapat meningkatkan pengalaman serta memperluas networking lawyer Indonesia dengan lawyer Internasional yang terjaring dalam jaringan IBA. Sekadar informasi, terdapat lebih dari 80,000 individual lawyer yang tersebar di 170 negara tergabung dalam organisasi ini.

Ketua DPN Peradi Fauzi Hasibuan mengatakan adapun target yang disasar melalui kerjasama dengan IBA ini, diharapkan lawyer Indonesia ke depan dapat menjadi leader lawyer dalam skup Internasional,setidaknya di kawasan ASEAN. Kerjasama dengan IBA, kata Fauzi, merupakan perwujudan keseriusan Peradi dalam membangun kualitas kadernya sekaligus untuk menyambung jaringan ke sistem internasional itu.

Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri, Damos Dumoli Agusman, menegaskan keseriusan pemerintah untuk ambil bagian dalam berbagai bentuk Federal Trade Agreement (FTA) untuk menyikapi persaingan global yang semakin menguat, sehingga upaya tersebut harus berbanding lurus dengan penguatan perlindungan atas kepentingan nasional, terutama terkait penguatan kualitas dan kapabilitas lawyer lokal.

Karena jika Indonesia ada investasi di Luar Negeri dan bermasalah sehingga dibawa lawan ke forum arbitrase internasional, maka yang aktif dalam mengawal investasi Indonesia tentunya bukanlah lawyer negara-negara penerima investasi, melainkan lawyer Indonesia sendiri. Jika sudah berperkara di International arbitration, maka jelas wilayah hukum acaranya bukan lagi hukum acara suatu negara, melainkan tunduk pada hukum acara arbitrase internasional.

Melalui kerjasama yang dijalin Peradi dan IBA, diharapkan dapat terwujud strategy policy yang baik bagi Peradi untuk dapat berinteraksi sekaligus menimba ilmu dari lawyer-lawyer kaliber internasional agar mampu mengikuti penrkembangan dunia hukum Internasional di era globalisasi.


You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *