Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Dari Adinda xxxxx 26 tahun

Pertanyaan : Saya mengajukan cerai kepada suami saya, gugatan sudah saya dilayangkan di Pengadialn Agama. Namun karena hubungan dengan suami yang sudah buruk kami berebut hak asuh anak, siapakah menurut hukum lebih berhak mengasuh anak ? mantan suami atau saya ?

Jawaban : Terimakasih telah mampir dan bertanya di web kami, pertama asumsi saya anda beragama Islam karena pendaftaran perceraian di pengadialan agama. Untuk usia anak sendiri saya asumsikan dibawah umur mengingat usia anda yang tergolong muda.

Dalam undang undang Indonesia hak asuh anak dalam perceraian diatur dalam pasal Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menyatakan:

Dalam hal terjadi perceraian :
a)    pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya.
b)    pemeliharaan anak yang sudah mumayyiz diserahkan kepada anak untuk memilih di antara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaan.
c)    biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayahnya.

Maka seharusnya hak asuh anak jatuh ketangan anda sebagai ibu, namun jika anda dinilai tidak sanggup atau berperilaku buruk maka bisa jadi hak asuh anak jaatuh ke tangan suami. Dalam artian kata suami anda harus dapat membuktikan ketidaklayakan anda dalam mengasuh anak pada hakim agar mendapat hak asuh.


You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *