Apa Itu Sertifikat Hak Guna Bangunan

Sertifikat hak guna bangunan atau sering disingkat HGB adalah jenis sertifikat dimana pemegang sertifikat berhak memiliki dan mendirikan bangunan di atas tanah yang bukan kepunyaan pemilik bangunan. Tanah tersebut dapat berupa tanah yang dikuasai langsung oleh negara, maupun tanah yang dikuasai oleh perorangan atau badan hukum. Sertifikat hak guna bangunan mempunyai batas waktu kepemilikan 30 tahun, dan dapat diperpanjang hingga batas waktu 20 tahun. Menurut Pasal 36 ayat (1) UUPA, hak guna bangunan dapat dimiliki oleh setiap WNI dan badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

Sertifikat Hak Guna Bangunan/HGB ini bisa di tingkatkan kepemilikannya menjadi Sertifikat Hak Milik, kita tinggal datang ke kantor pertanahan di wilayah tanah/rumah tersebut berada. Tanah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan tersebut mesti dimiliki oleh warga negara indonesia (WNI) dengan luas kurang dari 600 meter persegi, masih menguasai tanah serta mempunyai Sertifikat Hak Guna Bangunan yang masih berlaku ataupun sudah habis masa. Biaya kepengurusan resmi (tahun 2016) adalah Rp 6 juta rupiah. Dengan syarat tertentu seperti pada kasus tanah milik orang asing yang bertatus HGB karena UU melarang WNA dalam kepemilikan tanah lalu dijual ke WNI.

Namun pembeli harus berhati-hati jika membeli properti dengan status hak guna bangun, karena ada sebagian tanah Hakguna bagun atau HGB yang sebenarnya milik pemerintah/perusahaan yang dikelola kan pada pihak lain. Jadi pembeli haruslah tau asal usul tanah karena bila tidak mungkin HGB tidak bisa dijadikan ke SHM surat hak milik.


You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *