Mengundurkan Diri Sebelum Masa Kontrak Habis

Selamat pagi, saya Rido xxxxx 25 tahun , mau bertanya tentang hukum perjanjian kontrak kerja. Kususnya tentang mengundurkan diri sebelum masa kontrak habis . Saya berkerja di salah satu perusahaan swasta dengan masa kontrak 1 tahun dan telah diperpanjang 1 tahun lagi sehingga ini adalah kontrak di tahun kedua. Saat ini saya ingin memutuskan kontrak yang baru 6 bulan dikarenakan atasan yang suka marah dan ngomong dengan nada tinggi di depan banyak orang. Namun pihak sekolah ini meminta ganti rugi (penalty), padahal di dalam kontrak tidak tertulis adanya penalty dan pada saat tanda tangan kontrak tidak dijelaskan adanya penalty ? Apakah memang saya terkena penalty moohon bisa dijelaskan ? terimakasih

Terimakasih telah bertanya saya akan memberikan jawaban sebagai berikut :

Kontrak kerja merupakan sebuah akad dimana kedua belah pihak atau lebih mengikatkan diri satu sama lain untuk memenuhi prestasi yang dijanjikan. Dalam Pasal 1338 KUH Perdata, ditegaskan bahwa:

“Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang. Persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik.”

Merujuk pasal di atas, maka setiap perjanjian atau kontrak kerja yang dibuat oleh para pihak menjadi undang-undang bagi mereka yang membuatnya sehingga para pihak wajib memenuhi isi perjanjian yang telah disepakati tersebut.

Jika salah satu pihak ada yang melakukan wanprestasi atau tidak mau memenuhi isi perjanjian yang telah dibuat, tentu akan menimbulkan kerugian bagi pihak lainnya dan sewajarnya pihak yang dirugikan tersebut mendapatkan ganti atas kerugian yang dialaminya. Hal ini telah diatur dalam Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaa pasal 62 yang berbunyi:

Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1), pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.

Jadi meskipun dalam perjanjian kontrak kerja tidak disebutkan keharusan membayar penalty atau denda sebagai ganti rugi, pihak perusahaan tempat anda berkerja tetap berhak untuk menuntut ganti rugi karena hak tersebut telah diakomodir oleh undang-undang.

Mengenai besaran denda atau penalty, selama tidak ditentukan dalam perjanjian atau kontrak kerja, maka perhitungan ganti ruginya merujuk pada pasal 62 tersebut di atas. Jadi penalty kontrak anda memang ada .


You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *