Permenkumham Ujian Pengangkatan Notaris Dibatalkan MA

Majelis Mahkamah Agung (MA) akhirnya mengabulkan uji materi Permenkumham No. 25 tahun 2017 tentang Ujian Pengangkatan Notaris dan Permenkumham No. 62 Tahun 2016 tentang Syarat dan Tata Cara Pengangkatan, Perpindahan, Pemberhentian, dan Perpanjangan Masa Jabatan Notaris terkait proses pengangkatan jabatan notaris yang dinilai terlalu panjang.

Majelis yang memeriksa permohonan ini yaitu Hakim Agung Yosran, Yodi Martono Wahyunadi, dan Supandi dengan Perkara No. 50/P.HUM/2018 yang diregistrasi tanggal 18 Juli 2018. Untuk permohonan ini diputuskan pada 20 September 2018 dengan amar putusan dikabulkan permohonan HUM (hak uji materi).

Tercatat sebagai pemohon uji materi kedua Permenkumham itu yaitu Forum Komunikasi Calon Notaris Indonesia dengan tiga profesor yakni Prof Bahder Johan Nasution, Ketua Prodi Kenotariatan Universitas Jambi (Unja) Prof Elita Rahmi, Prof Soekamto Satoto, dan dosen Kenotariatan Unja. Didukung tujuh Program Studi (Prodi) Kenotariatan di Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Jenderal Sudirman.

Dengan putusan ini, dapat dikatakan proses pengangkatan notaris kembali ke UU No. 2 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris yang tidak mengatur ujian pengangkatan notaris sebagai syarat menjadi notaris.

Putusan MA ini mempermudah proses pengangkatan jabatan notaris. Putusan ini merupakan instrumen hukum mutlak yang harus dijalankan oleh pemerintah dan Kemenkumham Indonesia. Hal tersebut sekaligus menunda ujian Notaris yang akan dilaksanakan pada tanggal 2-3 Oktober tahun ini.


You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *