Apa Mempunyai Atau Membeli Produk KW Dapat Dipidanakan

Bang saya Andika Herawan umur 20 tahun seorang Mahasiswa, saya mau tanya apa membeli atau mempunyai produk KW atau Palsu dapat dipidanakan ? Saya juga mau tanya apa penyebab maraknya produk KW serta pembajakan seperti lagu dan lainnya apa karena aturan hukum yang kurang ? Terimakasih

Jawaban :

Produk KW atau tiruan bisa disebut juga pembajakan atas HAKI (hak kekayaan intelektual). Hal ini sebetulnya telah diatur dalam UU di Indonesia. Hal yang saya akan bahas ialah pemalsuan merk, Undang – undang yang mengatur ialah UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Didalam UU tersebut pada pasal 90 dan 91 disebutkan bahwa Ancaman pidana bagi produsen barang palsu tersebut adalah pidana penjara paling lama  5 (lima) tahun dan/atau  denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Selain itu dalam UU ini juga terdapat pasal yang dapat menjerat pihak-pihak yang beriktikad buruk memproduksi dan/atau memperdagangkan barang palsu, UU Merek juga dapat dipergunakan untuk menjerat pihak-pihak yang memperdagangkan barang yang diketahui atau patut diketahui bahwa barang tersebut merupakan hasil pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90 tersebut di atas. Terdapat pada Pasal 94, Pidananya berupa pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp.200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Sedangkan untuk pembeli dan pemakai untuk kepentingan pribadi tidak diatur. Memang Pasal 481 KUHP berbunyi : “Barang siapa menjadikan sebagai kebiasaan untuk sengaja membeli, menukar, menerima gadai, menyimpan, atau menyembunyikan barang yang diperoleh dari kejahatan, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun”.

Akan tetapi secara jelas UU Merek pada pasal 94 ayat 2 dan pasal 77 juga menyebut seluruh tindak pidana penggunaan merek terdaftar oleh para pihak beriktikad buruk tersebut sebagai ‘Pelanggaran’, bukan ‘Kejahatan’. Mengacu kepada asas hukum lex specialis derogat lex generalis (aturan yang lebih khusus mengesampingkan aturan yang lebih umum) maka Pasal 481 KUHP tidak dapat dikenakan. Hal ini karena secara hukum barang tersebut hasil “pelanggaran” dan bukan hasil “kejahatan”.

Mengenai kenapa barang KW merajalela adalah karena delik yang digunakan adalah delik aduan. Dimana pelapor harus adalah pemegang atas hak Merk dan Cipta tersebut dan merasa dirugikan. Dalam hal ini banyak pemegang hak merk enggan melapor. Karena dibeberapa situasi barang KW ini menjadi iklan gratis bagi produsen. Lagi pula secara ekonomi “pangsa pasar” Ori dan KW pasti berbeda. Mengenai hak Cipta seperti lagu adalah hal berbeda pada dasarnya, dan ini menjadi masalah pelik yang penulis sendiri belum bisa memberikan solusi ataupun penjelasan.

Mungkin masih ada pertanyaan mengapa tidak diatur pembeli atau pemilik barang KW bisa dipidanakan ? Hal yang mendasar ialah karena sudah terlalu dalamnya barang KW serta pelanggaran HAKI masuk dalam kehidupan masyarakat. Mulai dari software, lagu dan barang lain adalah KW juga pelanggaran HAKI. Serta banyak orang yang secara tidak sadar menggunakan. Bila pemakaian secara pribadi dikenakan pidana maka mungkin separuh lebih Penduduk Indonesia terkena Pidana. Jadi secara sosiologis tidak mungkin dilakukan. Namun apapun itu Kita Harus menghargai HAKI milik seseorang.


Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *