Ketika Lagu Nasional Kita Menyebut Kata Disana Bukan Disini

Lagu Nasional di Indonesia banyak dan mempunyai syair yang Nasionalis. Namun Dari sekian banyak lagu nasional kebangsaan kebanyakan selalu memakai kata “disana” buka “disini” , yang berarti ketika membuat lagu tersebut sang pencipta lagu tidak berada di tanah air. Entah karena alasan pengasingan ataupun lainnya, seperti kurangnya penghargaan dari Kita Bangsa Indonesia terhadap orang-orang yang banyak berjasa ataupun kurangnya kesempatan untuk berkaya di dalam Negerinya sendiri.

Lirik seperti “disanalah aku berdiri” atau “disana tempat lahir beta” menjadi pemandangan yang wajar dalam lirik Lagu Nasional kita. Hal ini menjadi salah satu bukti kurangnya penghargaan terhadap para orang yang berjasa atau kurangnya kesempatan dimasalalu, yang masih saja ada hingga saat ini. Seperti rantai yang belum terputus sejak era awal kemerdekaan. Bisa dilihat dari banyaknya orang cerdas WNI yang lebih suka berkarya di luar negeri pada masa mudanya. Akhibatnya potensi besar itu tidak termanfaatkan oleh bangsa.

Disisi lain yang lebih mengkhawatirkan adalah kurangnya penghargaan. Ini terlihat seperti dari terkatung – katungnya nasib honorer dari masa ke masa. Padahal sebagian mereka telah mengabdi berpuluh tahun bahkan sebelum era reformasi setia mengabdi, sejak era Indonesia terpuruk hingga mampu memperbaiki keadaan. Belum lagi program pemerintah lain seperti SM3T dan orogram-program lainnya. Memang terkadang bergantinya pemimpin berganti pula kebijakan, namun sudah sangat semestinya penghargaan pada orang yang setia layak diberikan.

Hal – hal tersebut diatas juga nampaknya membuat pengaruh terhadap rasa kurang bangga terhadap bangsa sendiri, karena kesempatan dan penghargaan dari bangsa pun masih saja dirasa kurang oleh masyarakat. Sebut saja dari level tukang parkir sampai level pejabat kita, selalu membandingkan keadaan bangsa dengan bangsa lain. Kemudian mereka berkata bangsa lain lebih baik. Padahal yang terjadi tidaklah demikian, karena beda negara beda permasalahan dan pemecahan.

Hendaknya akan lebih baik masalalu dijadikan pelajaran untuk melangkah. Dimana hal baik kita lanjutkan dan hal buruk kita tinggalkan. Penghargaan akan bisa membuat orang merasa berharga dan semangat lebih baik dalam berkerja. Kesempatan akan membuat gairah anak muda lebih giat meraih cita-cita. Sudah saatnya kita bilang “disini” kita berjaya dan berkerja. Kesemuanya bila dirangkum tentunya akan semakin memajukan bangsa kita Indonesia.


Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *