Salah Kaprah Arti NKRI Harga Mati

Bagi orang Indonesia tentu istilah NKRI harga mati sudah banyak orang yang mendengar dan mengetahui. Akan tetapi banyak orang salah mengartikan sehingga terjadi persepsi berbeda dari arti mulanya. Pengertian yang diketahui orang awam adalah NKRI tidak akan hilang maupun dicuri sejengkalpun, dan harus dipertahankan dengan titik darah penghabisan.

Tentu saja secara euforia Nasionalisme itu bagus juga tidak salah seutuhnya, tetapi arti asli juga harus dimengerti. Karena salah presepsi ini banyak orang beranggapan NKRI sudah paten dan tidak mungkin terganggu pihak manapun dalam situasi apapun. Akan tetapi jika melihat sejarah dimana Timor-timur lepas juga hilangnya Sipadan Ligitan tentu kita harus berpikir ulang hal tersebut.

Karena Aslinya Jargon NKRI harga mati ialah dari pasal 37 ayat 5 UUD 1945, yang berbunyi “Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan”. Sehingga tertuang bentuk negara kesatuan tidak dapat dirubah meskipun dengan Amandemen.

Ketentuan dalam UUD1945 ini bukan tanpa alasan. Dahulu Indonesia diakui merdeka dalam bentuk Negara serikat yaitu RIS. Karena Belanda para bangsa eropa dan lainnya beranggapan bahwa, dulunya Indonesia terdiri dari kerajaan-kerajaan Maka bentuk RIS paling cocok dalam pandangan mereka.

Namun para pendiri bangsa berpendapat bahwa negara serikat gampang dipecah belah maka dituangkan hal tersebut dalam UUD 1945. Dari hal itu bisa disimpulkan bukan tidak mungkin NKRI yang kita cintai ini bubar. Karenanya untuk tetap mempertahankannya diperlukan Perjuangan, juga sikap saling percaya, menghormati dan menghargai sesama anak bangsa. Karena sudah menjadi tugas kita Rakyat Indonesia, untuk mempertahankan keutuhan NKRI negara Kita Indonesia.




Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *