RUU Musik Ancam Corong Demokrasi

RUU permusikan saat ini santer dibahas dan diperbincangkan. Bahkan hal ini menjadi kian hangat karena banyak Pro dan Kontra. Mulai pasal karet sampai uji kompetensi bagi musisi menjadi sisi lain. Karena pada awalnya RUU ini difokuskan untuk mengurangi pembajakan dan bukan mengurangi kreatifitas.

Menurut penulis jika disahkan tanpa perubahan maka RUU Musik ini akan semakin mengancam corong demokrasi. Isinya antara lain Uji kompetensi, larangan untuk membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, hingga membuat konten pornografi maupun karya provokati dan lainnya. Ini benar tapi tidak tepat sasaran. Telah dibuktikan dari banyaknya pemusik yang menolak.

Pasal penistaan agama, Pornografi dan merendahkan harkat (pencemaran) sudah ada dalam UU lain sehingga tidak perlu ditulis ulang, musisi yang melakukan penistaan agama atau merendahkan harkat dalam membuat lagu bisa dipidanakan tanpa harus ada UU ini. Sedangkan Provokatif dan budaya negatif barat tentu itu absurt dan pasal karet. Bisa nantinya musisi dipenjara karena lagu cengeng. Hal ini pernah terjadi di jaman presiden Soekarno yang memenjarakan Koes Plus karena alasan yang receh.

Soal uji kompetensi dalam Pasal 32 RUU Musik juga sangat aneh, musik yang merupakan seni akan semakin habis jika ini dilakukan. Dahulu diperfilman juga ada aturan bahwa Sutradara atau Produser harus punya sertifikat. Hasilnya perfilman Indonesia mati suri ! RUU ini seperti dibuat asal tanpa ada orang seni didalamnya padahal setahu masyarakat ada.

Banyak hal lain di RUU ini yang menurut saya aneh. Namun masih ada waktu untuk melakukan perbaikan dan kajian. Jangan sampai RUU yang seharusnya melindungi palah membunuh musik itu sendiri. Sebab jika dikelola Musik bisa jadi sumber keuangan negara yang berpotensi tinggi. Sudah sepantasnya RUU ini diperbaiki, dikaji dan dipahami agar tidak menjadi ancaman serius musik sebagai salah satu pilar corong Demokrasi.


Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *