Wiranto Bantah Lakukan Pembungkaman Ala Orba

Berkaitan dengan rencana kontoversial, Menko Polhukam Wiranto membantah BPN Prabowo-Sandiaga yang menyebut pembentukan tim nasional pengkaji ucapan tokoh yang langgar hukum dan pembungkaman seperti era Orba. Wiranto menegaskan tim dibentuk untuk memastikan penanganan pelanggar hukum.

Wiranto lantas menjelaskan maksud dari pembentukan tim yang semula disebutnya sebagai tim hukum nasional. Tim yang dibentuk, menurutnya, membantu Kemenko Polhukam dalam melakukan sinkronisasi, harmonisasi, dan pengendalian masalah-masalah hukum. 

Tim ini, menurut Wiranto, juga akan menangani pelanggaran hukum yang disuarakan lewat media sosial. Banyak akun medsos, disebut Wiranto,mengandung ujaran kebencian, radikalisme, dan hasutan-hasutan. 

Dia menegaskan, penanganan itu bukan terkait media massa. Sebab, ada aturan mengikat terkait media massa. Meski begitu pembentukan tim ini akan semakin memanaskan suasana pasca Pilpres dan dikhawatirkan medegradasi Demokrasi.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandiaga menilai pemerintah berlebihan hendak membentuk tim pengkaji ucapan tokoh. Bila tim tersebut betul-betul direalisasi, BPN khawatir pembungkaman terhadap tokoh-tokoh yang kritis kepada pemerintah melebihi yang terjadi di era Orde Baru (Orba).

“Ini sudah era reformasi, era kebebasan pers, bertanggung jawab, diatur undang-undang setiap warga negara punya kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul. Jadi maksudnya pemerintah nggak usah berlebihan menyikapinya, nanti seperti melebihi jaman Orba gitu loh,” kata Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria.


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *