Perlambatan Ekonomi dan Industri Batam Cukup Mengkhawatirkan

Ada yang perlu diselesaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batam. Hal ini menanggapi perlambatan sektor industri di Batam dalam beberapa tahun terakhir. Puncaknya dua pabrik elektronik dikabarkan bakal tutup pada tahun ini. Imbas dari kabar rencana penutupan dua pabrik tersebut akhirnya menyebabkan ribuan tenaga kerja berpotensi di-PHK.

Jika merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, pertumbuhan industri manufaktur di Batam pada 2013 masih berada di angka 7,07% tetapi pada 2017 terjadi penurunan hingga tinggal 1,76%. Terakhir kali pertumbuhan Batam diatas 6% adalah di tahun 2015.

Apalagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Batam mayoritas berasal dari industri pengolahan berkontribusi signifikan terhadap dengan sumbangsih sekitar 55%. 

Sememtara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Harjanto, mengatakan industri elektronik di Batam masih menjanjikan. 

Beberapa calon investor, kata Harjanto, sudah menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi di Indonesia. Secara umum dijelaskannya bahwa Kemenperin saat ini memang berupaya melakukan pendalaman struktur untuk komponen dan parts. 

Hanya saja, untuk lokasi belum dapat dipastikan tergantung pada pilihan calon investor. Tentunya kriteria lokasi itu dekat dengan pelabuhan dan memudahkan logistik. Meski belum ada lokasi yang pasti, Harjanto mengatakan Batam masih difavoritkan. 

Lebih jauh mengenai Batam, bahwa semestinya industri Batam juga harus diarahkan menjadi industri yang bernilai tambah ekonomi nan tinggi. Seperti ke arah industri IT atau digital. Hal ini agar Penurunan industri di Batam bisa segera diatasi.


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *