Aturan Hukuman Seumur Hidup Bagi Koruptor di Perma 2020

Terpidana tindak pidana korupsi kini akan dihukum seumur hidup. Hal ini menyusul diterbitkannya Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 tahun 2020 tentang Pedoman Pemidanaan Pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Beleid yang diteken oleh Ketua MA Syarifuddin itu diundangkan pada 24 Juli 2020. Dalam aturan itu disebutkan bahwa koruptor dapat dijatuhi hukuman seumur hidup apabila merugikan negara di atas Rp100 miliar.

Dalam memutuskan hukuman untuk koruptor, hakim harus dapat mempertimbangkan sejumlah hal. Seperti tingkat kerugian negara, dampak dan keuntungan bagi pelaku.

Adapun terdapat tiga jenis kesalahan yakni kesalahan tinggi, kesalahan sedang, dan kesalahan ringan. Dalam Perma No 1 tahun 2020 tersebut dibagi beberapa kategori hukuman diantaranya :

  • Untuk kategori paling berat, yakni penjara seumur hidup atau penjara 16 hingga 20 tahun, dijatuhkan untuk terdakwa korupsi Rp100 miliar lebih yang mempunyai kesalahan, dampak dan keuntungan yang tinggi.
  • Kemudian pada kategori sedang, terdakwa dijatuhi hukuman penjara 13-16 tahun.
  • Lalu hukuman penjara 10-14 tahun penjara yang diujukan untuk koruptor dengan kesalahan, dampak, dan keuntungan ringan.

Hukuman ini diharapkan dapat menjadi pedoman baku bagi para hakim dalam memutus perkara Korupsi. Disisi lain hal ini agar memperoleh hukuman yang lebih “adil” bagi Koruptor di Indonesia.