Bagaimana Polisi Menilai Hoax dan Apakah Mengajak Demo Dapat Dipidanakan ?

Halo Faktorhukum.com saya Nurul, mahasiswi usia 21 tahun, saya mau bertanya bagaimana polisi menilai hoax atau bukan ? Karena ada penangkapan penyebar UU cipta kerja yang dinilai Hoax bukan asli, padahal draf asli sendiri belum ada kepastian ?

Saya juga mau bertanya apakah orang yang mengajak untuk berdemo dapat dipidanakan sesuai hukum berlaku? Aataukah itu hanya dapat dilakukan dengan hanya perintah dari pemerintah seperti yang ada pada Orde baru? Karena saya membaca berita para pengajak demo ada yang ditangkap polisi. Mohon dijawab terimakasih

Jawaban :

Terimakasih Nurul telah bertanya kepada kami. Sebelumnya kami disini juga meminta maaf karena beberapa pertanyaan pembaca belum dapat kami jawab . Hal ini karena kesibukan dan beberapa menunggu konfirmasi tentang kepastian Peraturan yang ditanyakan.

Pada dasarnya Hoax atau Berita Palsu masuk ranah pidana. Penilaian Pidana lebih kepada Materiil, berbeda dengan perdata yang penilaian lebih ke Formil. Maka penekanan atau kata kunci penilaian adalah pada “benar atau tidaknya berita itu palsu”. Jadi Polisi akan membandingkan berita dengan realita yang ada untuk mengetahui kebenaran berita yang dinilai.

Dalam kasus yang ditanyakan yakni penangkapan Hoax UU cipta kerja, maka harus dibandingkan antara berita poin “UU” yang disebarkan tersangka dengan UU aslinya. Tersangka juga akan ditanya darimana sumber berita atau poin UU yang disebarkan.

Maka karena draf UU yang terkonfirmasi saat itu belum ada, harus dilihat darimana sumber yang diambil tersangka. Bila bukan sumber resmi maka dapat dicurigai bahwa itu hoax. Namun bila dari sumber Resmi (web atau laman resmi pemerintah), karena belum ada konfirmasi saat itu draf mana yang digunakan dan disahkan maka tidak bisa disangkakan bahwa itu hoax.

Baca Juga : Pengertian Hukum Hal Penting Yang Belum Tentu Mewakili Keadilan

Bila ada penangkapan seperti yang disebutkan dalam pertanyaan, besar kemungkinan tersangka mengambil berita bukan dari sumber resmi pemerintah. Karena itu dapat disangkakan menyebarkan Hoax.

Apakah Mengajak Demo Dapat Dipidanakan ?

Untuk apakah mengajak demo dapat dipidanakan ? Maka jawaban kami tegas, Tidak ! Demo atau kebebasan berbicara dijamin juga diatur dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945, yang kedudukan UUD 1945 merupakan Konstitusi negara.

Selama ajakan demo tidak disertai ajakan yang melawan hukum seperti anarkisme maka itu sah sesuai Konstitusi. Berbeda cerita kalau disertai dengan ajakan melawan hukum itulah yang dapat ditangkap. Pemerintah sendiri tidak akan berani melarang demo karena memang telah dijamin oleh Konstitusi.

Pada kasus Orde baru itu hal berbeda dari hukum positif, ranahnya bukan lagi sekedar hukum yang tertulis. Pada saat itu Orde baru mendapat dukungan penuh dari ABRI. Berbeda dengan Era Reformasi dimana aparat dan TNI sudah Netral.

Bila pemerintah saat ini melakukan pelarangan demo maka dapat dikatakan bertentangan dengan Konstitusi UUD 1945. Akhibatnya Pemerintahan bisa saja dapat diturunkan dengan alasan tersebut. Sehingga kecil kemungkinan bila pemerintah akan melarang Demo ataupun melakukan pelanggaran Konstitusi lainnya.