Sumber Sumber Dari Hukum Formal

Sumber hukum dalam pengertiannya sebagai tempat ditemukannya peraturan-peraturan hukum yang berlaku. Sumber hukum dalam pengertian ini membawa pada penyelidikan tentang macam-macam, jenis-jenis, dan bentuk-bentuk dari peraturan dan ketetapan.

Sumber-Sumber Hukum Formal Yaitu :

1) Peraturan perundang-undangan

Undang-undang dalam arti formal adalah suatu bentuk peraturan atau ketetapan yang dibuat oleh badan pembuat undang-undang (badan legislatif pusat). Undang-undang dalam arti formal dalam bahasa Belanda disebut Wet, sedangkan undang-undang dalam arti materiil dinamakan Regeling.

2) Kebiasaan

Kebiasaan adalah perbuatan yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam masyarakat mengenai suatu hal tertentu. Akhirnya kebiasaan tersebut dapat diterima oleh masyarakat, dan dirasakan sebagai sesuatu yang memang seharusnya, dan penyimpangan dari kebiasaan tersebut dianggap sebagai pelanggaran. Maka timbulah suatu kebiasaan hukum yang oleh pergaulan hidup dalam masyarakat dipandang sebagai hukum.

3) Traktat

Traktat adalah perjanjian yang diadakan oleh dua negara atau lebih. Bila traktat itu diadakan oleh dua negara saja, dinamakan perjanjian bilateral, dan jika traktat itu diadakan dari banyak negara dinamakan perjanjian multilateral.

4) Yurisprudensi

Yurisprudensi adalah putusan hakim (pengadilan) yang memuat peraturan sendiri, kemudian diikuti dan dijadikan dasar putusan oleh hakim yang lain dalam perkara yang sama.

Dalam Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman disebutkan bahwa:

“Pengadilan dilarang menolak untuk memeriksa, mengadili, dan memutus suatu perkara yang diajukan dengan dalih bahwa hukum tidak ada atau kurang jelas, melainkan wajib untuk memeriksa dan mengadilinya”.(Pasal 10 Ayat 1)

5) Doktrin

Doktrin adalah pendapat ahli-ahli hukum yang ternama, yang mempunyai pengaruh dalam pengambilan putusan pengadilan. Dalam pertimbangan hukum putusan pengadilan, seringkali hakim menjadikan pendapat ahli-ahli yang terkenal sebagai alasan putusannya, yaitu dengan mengutip pendapat-pendapat ahli hukum.